Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / JC 2 in 1 : Solusi Jitu Atasi Pencemaran Limbah Domestik di Pesisir
JC 2 in 1 : Solusi Jitu Atasi Pencemaran Limbah Domestik di Pesisir
0 Komentar | Dibaca 288 kali

Rangkaian Reaktor Penelitian Subsurface Constructed Wetland

Rangkaian Reaktor Penelitian Subsurface Constructed Wetland

Kunjungan Jepang 2 Air Limbah sebelum sesudah

Limbah domestik atau buangan rumah tangga merupakan penyumbang terbesar pencemaran serta kerusakan pesisir di Indonesia. Menurut Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Heru Waluyo, pada tahun 2015, pencemaran pesisir 70% disebabkan oleh limbah domestik dari pemukiman sekitar yang biasanya tidak dilakukan pengolahan sama sekali. Karenanya, upaya pengolahan limbah domestik bagi pemukiman di kawasan pesisir sangat dibutuhkan.

JC 2 in 1 adalah judul penelitian yang kami lakukan menggunakan tanaman Jarak Pagar (Jathropa Curcas L) untuk mengolah air limbah domestik pesisir melalui sistem subsurface constructed wetland atau lahan basah aliran bawah permukaan. Proses pengolahan limbah dengan subsurface constructed wetland menitikberatkan pada pemanfaatan simbiosis antara tanaman dengan mikroorganisme yang ada pada media di sekitar perakaran (Rhizosphere) tanaman tersebut. Bahan organik yang terdapat dalam air limbah akan dirombak oleh mikroorganisme menjadi senyawa lebih sederhana dan akan dimanfaatkan oleh tumbuhan sebagai nutrien, sedangkan sistem perakaran tumbuhan akan menghasilkan oksigen yang dapat digunakan sebagai sumber energi/katalis untuk rangkaian proses metabolisme bagi kehidupan mikroorganisme. Dalam penelitian ini, digunakan lahan basah buatan dalam sebuah kotak kecil berukuran 50 cm x 36cm x 30 cm dengan jumlah tanaman sebanyak 4 sampai 9 batang. Pada saat running atau pengoperasian sistem, air limbah akan dilewatkan pada bagian bawah media yang terdiri atas kerikil dan pasir serta sistem perakaran tanaman Jarak Pagar. Selama air limbah kontak dengan bagian bawah media serta perakaran Jarak Pagar itulah terjadi proses degradasi oleh mikroorganisme serta mekanisme penyisihan fisik seperti filtrasi dan sedimentasi. Proses biologis oleh mikroorganisme akan menyisihkan senyawa organik seperti BOD dan COD yang terdapat dalam air limbah. Sedangkan mekanisme penyisihan fisik seperti filtrasi dan sedimentasi akan menyisihkan TSS air limbah sehingga effluent atau air luaran dari outlet akan lebih jernih.

Hasil penelitian yang kami peroleh menunjukkan bahwa subsurface constructed wetland dengan tanaman Jarak Pagar mampu menyisihkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Subsurface Constructed Wetland dengan tanaman Jarak Pagar mampu menyisihkan COD sebesar 38-85% dan TSS sebesar 75-91%. Sementara itu, kinerja terbaik ditunjukkan oleh reaktor dengan debit 8 ml/menit dan jumlah tanaman 9 batang yang mencapai efisiensi penyisihan COD (84, 75%) dan TSS (87,5%). Selain itu, secara fisik, air hasil pengolahan sistem ini tampak lebih jernih dan tidak lagi berbau. Sistem subsurface constructed wetland dengan tanaman Jarak Pagar tidak hanya bermanfaat untuk mengatasi persoalan limbah domestik. Selama ini, Jarak Pagar dikenal sebagai salah satu sumber energi alternatif. Karenanya, secara tidak langsung sistem subsurface constructed wetland dengan tanaman Jarak Pagar ini juga ikut mendorong pengembanga energi alternatif di Indonesia. (RS)

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Annisa Halimatus Sa'diyah

sang petualang
Daftar Artikel Terkait :  2
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0