Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / MENGUNGKAP KEBENARAN MITOS MANUSIA KEMBAR BUAYA
MENGUNGKAP KEBENARAN MITOS MANUSIA KEMBAR BUAYA
1 Komentar | Dibaca 2791 kali
SAHABUDDIN @elsah
17 September 2016

images

A. Mitos Manusia Kembar Buaya dalam Masyarakat
Cerita tentang manusia yang kembar buaya banyak berkembang dalam sebagian masyarakat Islam,terutma yang tinggal di daerah pedesaan yang akrab dengan kepercayaan tradisional (takhyul). Di antaranya ada yang bangga karena menganggap memperoleh anugerah yang besar dengan lahir dari kandungannya seekor buaya yang tentunya bukan buaya biasa tetapi sejenis “dewa penolong”. Karena dianggap sebagai “buaya dewa” sehingga di antara masyarakat ada yang mengagung-agungkan dan menganggapnya sebagai makhluk yang keramat.Kepercayaan pada kekeramatannya sehingga ada yang mengunjungi tempatnya untuk mempersembahkan makanan,bernazar atau berkurban untuk membayar nazar.
Seperti halnya cerita yang berkembang dalam masyarakat tempat tinggal penulis,yaitu Kabupaten Jeneponto.Dalam masyarakat Jeneponto banyak tempat yang dikeramatkan warga karena dipercaya dihuni oleh buaya kembaran manusia dan banyak pula orang yang mengaku memiliki keluarga seekor buaya.Bila hendak melakukan suatu hajatan maka mereka terlebih dahulu berziarah ke tempat buaya itu,kalau tidak,mereka percaya akan mendapatkan kesialan akibat kemurkaan buaya tersebut karena merasa telah dilupakan oleh keluarganya.
Kepercayaan tentang manusia kembar buaya telah ada sejak zaman dahulu dan berkembang secara turun temurun. Berkembangnya cerita tentang manusia kembar buaya ini,antara lain oleh disebabkan oleh:
1. Kepercayaan masyarakat kepada para “sanro” (dukun), dan para dukun inilah yang biasa menyampaikan kepada orang yang berobat kepadanya bahwa pasiennya memiliki keluarga seekor buaya dan menunjutkan tempat tinggalnya,buaya itu penyebab penyakitnya.Maka diberinya resep untuk mengobati penyakitnya dengan cara mendatangi tempat tinggal buaya itu yang tentunya untuk mempersembahkan sesajen.
2. Adanya warga yang kesurupan dan mengaku sebagai buaya yang telah dilupakan oleh keluarganya,dan yang mengaku sebagai buaya mengeluarkan berbagai ancaman yang membuat orang-orang yang menyaksikan kesurupan itu ketakutan.
3. Kadang terjadi peristiwa yang disaksikan langsung oleh warga,yaitu seorang ibu yang melahirkan anaknya,dan beberapa saat kemudian muncul pula seekor anak buaya.Karena dipercaya sebagai anaknya,maka orang tuanya memperlakukannya sebagai manusia,memberinya nama dan membawanya ke sungai. Tidak lama itu,biasanya kalau ada kejadian penting yang dialami kembarannya, maka ada seekor buaya yang mendatangi rumah yang dulu dikenal telah melahirkan buaya,sehingga tambah yakinlah warga bahwa buaya yang berkunjung ke rumah warga itu adalah kembaran manusia.
Seperti yang pernah dialami penulis,yang dulu akrab dengan kepercayaan pada manusia kembar buaya ini,karena penulis -menurut cerita orang tua- memiliki leluhur yang kembar buaya yang sampai sekarang tempat tinggal buaya itu masih dikeramatkan.Dulu,ketika masih percaya,penulis biasa mendatangi tempat itu untuk berziarah,bernazar atau mempersembahkan sesajen.Walau jaraknya jauh dari rumah (sekitar 5 km) dan tidak ada akses kendaraan bermotor menuju ke tempat itu,namun penulis sekepercayaan berusaha mendatanginya demi menghilangkan rasa takut pada bahaya yang bakal menimpa bila tidak mendatanginya atau untuk menyampaikan suatu harapan/keinginan yang dipercayakan akan cepat terkabul dibanding kalau hanya disampaikan melalui doa-doa dalam shalat.Orang-orang percaya bahwa buaya itu adalah “dewa penolong” yang bisa membantu untuk mewujudkan keinginan-keinginan kita karena kadang terbukti atas izin Allah,tetapi tidak semua yang berdoa atau bernazar di tempat buaya itu keinginannya terkabul karena yang menentukan segalanya hanyalah Allah.
Penomena manusia kembar buaya dan kekeramatan tempat buaya itu bukan hanya ada di kampung penulis,tetapi di tempat-tempat lainpun kadang terdengar ada seorang ibu yang melahirkan anaknya dan kembar buaya,saat anaknya itu dilahirkan tiba-tibapun muncul dari dalam sarung ibu itu seekor anak buaya.Kemunculan anak buaya saat melahirkan inilah sehingga orang mempercayainya bahwa buaya itu adalah kembaran manusia,sekalipun tidak ada yang menyaksikan bahwa anak buaya itu benar-benar keluar dari tempat keluarnya anak manusia itu.Anak buaya itu muncul sendirinya tanpa bantuan “dukun beranak”,tanpa memiliki plasenta yang terhubung dengan rahim ibunya.
Yang menjadi pertanyaan,apakah manusia kembar buaya itu adalah suatu kebenaran ?, apakah buaya yang muncul saat seorang ibu melahirnya benar-benar adalah anak dari ibu tersebut ?, apakah manusia bisa mengandung dan melahirkan anak binatang (antara lain buaya) ?, kalau ada manusia yang bisa mengandung dan melahirkan manusia maka bisakah pula seekor binatang mengandung dan melahirkan anak manusia ?, adakah manusia yang pernah melahirkan buaya tunggal atau kembar yang keduanya adalah buaya ?.Pertanyaan-pertanyaan di atas penting dijawab untuk mengungkap kebenaran cerita manusia kembar buaya itu.
B. Kajian Ilmiah tentang kebenaran mitos manusia kembar buaya
Mengungkap suatu kebenaran tentu membutuhkan informasi yang terpercayaan melalui kajian Ilmiah.Dalam kajian ini,menulis tentunya tidak begitu mudah percaya pada cerita yang berkembangkan dalam masyarakat,karena cerita itu ada kalanya fakta dan ada kalanya opini atau prasangka belaka.Obyek kajian penulis,adalah:
a. Benarkah bahwa buaya yang disebut sebagai kembaran manusia itu adalah anak yang dikandung dan dilahirkan oleh manusia tersebut ?;
b. Benarkah informasi dukun bahwa buaya kembaran manusia bisa mendatangkan manfaat dan mudharat kepada manusia ?;
c. Benarkah bahwa roh buaya bisa masuk ke tubuh manusia sampai membuat manusia menjadi kesurupan ?.
Jawaban ketiga pertanyaan di ataslah yang akan mengungkap misteri manusia kembar buaya,apakah itu sebuah kebenaran atau mitos belaka yang menyesatkan.
1. Manusia mengandung dan melahirkan anak buaya
Pertama-tama kita meninjau permasalahan manusia kembar buaya ini dari segi agama Islam,apakah ajaran Islam memungkinkan seorang manusia mengandung dan melahirkan seekor binatang,dengan bersetubuh atau tanpa bersetubuh dengan seekor binatang ?.
Dalam Islam,Allah mensyariatkan manusia laki-laki untuk kawin dengan sejenisnya sendiri (manusia perempuan).Allah pun telah menyampaikan kepada laki-laki bahwa “istri-istrimu adalah kebunmu maka datangilah kebunmu itu pada arah yang kamu sukai”(QS.Al Baqarah:223).Allah hanya mensyariatkan manusia menikah dengan manusia lain yang menjadi pasangannya,agar dari perkawinan itu lahirlah anak-anak manusia. Allah tidak mensyariatkan manusia kawin dengan mahkluk lain yang tidak sejenis dengannya seperti jin atau binatang.
Oleh karena itu,menjadi hukum Allah adalah perkawinan antara dua makhluk yang sejenis akan melahirkan keturunan yang sejenis pula.Jadi bila terjadi perkawinan antara binatang (misalnya buaya jantang) dengan manusia perempuan maka itu termasuk pelanggaran hukum Allah dan termasuk dosa besar,dan mustahil akan menghasilkan keturunan,baik berupa manusia maupun berupa binatang. Kalau tidak terjadi perkawinan,lalu mengapa bisa ibu itu mengandung dan melahirkan buaya ?,apakah karena kehendak Allah seperti Nabi Isa as yang lahir dari Maryam tanpa proses perkawinan ?. Allah tidak mungkin mewujudkan sesuatu yang bertentangan dengan hukumnya. Memang Nabi Isa as lahir tanpa proses perkawinan orang tuanya,tetapi sesuai dengan hukum Allah,yaitu manusia perempuan melahirkan manusia. Nabi Isa as bukan lahir dari seekor binatang tetapi lahir dari seorang wanita yang memang sesuai dengan hukum Allah bahwa wanitalah yang memiliki rahim untuk mengandung dan melahirkan anak-anak manusia,bukan untuk mengandung dan melahirkan anak-anak binatang.
Kalau dalam pandangan agama Hindu memungkinkan,karena Hindu mengenal “reingkarnasi” yaitu menjelmanya kembali orang yang telah mati atau dewa pada jasmani yang baru di muka bumi. Orang Hindu percaya bahwa buaya kembaran manusia itu adalah reingkarnasi nenek moyang atau dewa air,sehingga buaya yang mereka tempatkan di sungai itu diagung-agungkan atau dikeramatkan dan dianggap sebagai dewa air,yang orang Makassar menyebutnya ‘patanna jeknek’ (penguasa air),di antara masyarakat Islam ada yang menganut kepercayaan Hindu sehingga mereka pun sering melakukan ziarah ke tempat penguasa air atau secara rutin mempersembahkan sesajen.Tapi ingat, bahwa kepercayaan Hindu tentang reingkarnasi bukanlah kebenaran tetapi kebatilan.Yang benar adalah ajaran Islam.Islam adalah agama samawi yang bersumber dari Allah pencipta makhluk, sedangkan Hindu bukan agama samawi,melainkan agama budaya yang berdasarkan rasa,olah budi dan prasangka belaka.Umat Islam dilarang mempercayai ajaran Hindu dan dilarang ikut-ikutan melakukan amalannya yang penuh dengan kesyirikan.Islam tidak mengenal reingkarnai, melainkan mati selamanya,yaitu roh manusia kekal di alam kubur sampai datangnya kiamat dan tidak ada jalan untuk kembali ke dunia apalagi untuk reingkarnasi (QS.AlMu’minuun:34).
Ditinjau dari segi ilmu pengetahuan bahwa seorang wanita bisa hamil bila terjadi pembuahan dalam rahimnya.Perbuahan bisa terjadi bila terjadi percampuran antara sperma (laki-laki) dengan sel telur (perempuan) dalam kondisi normal.Dan kehamilannya yang membuat seorang wanita melahirkan anaknya.Manusia Laki-laki dan manusia perempuan adalah makhluk yang sejenis,sehingga sperma atau air maninya pun dianggap sejenis, sehingga memungkinkan terjadi pembuahan dan kehamilan bila terjadi percampuran antara sperma laki-laki dengan sel telur perempuan asalkan keduanya normal. pada permukaan sperma terdapat reseptor yang bisa melengkapi reseptor di sel telur.Menurut teori ilmu pengetahuan,seperti dikutip dari Thebrightesthub.com,bahwa pada permukaan sperma terdapat reseptor yang bisa melengkapi reseptor di sel telur.Jadi jika reseptor di sperma tidak bisa melengkapi reseptor di sel telur, maka pembuahan tidak akan terjadi. Selain itu, binatang yang berasal dari spesies berbeda pun tidak bisa berkembang biak satu sama lain.Akibat perbedaan reseptor ini maka sperma dari manusia hanya bisa mengenali sel telur dari manusia, begitu juga sebaliknya sperma binatang tidak bisa menghamili manusia.Selain itu susunan genetik dari satu spesies dengan spesies berbeda lainnya tidak bisa menghasilkan keturunan.Binatang dan manusia adalah makhluk yang susunan genetik dan spesies yang berbeda,sehingga tidak memungkinkan terjadi pembuahan dan kehamilan sekalipun terjadi percampuran keduanya dalam rahim.
Secara genetika, kromosom dapat dibagi menjadi dua jenis – autosom, dan kromosom seks. Sifat genetik tertentu yang terkait dengan seks, dan diwariskan melalui kromosom seks. Autosom berisi sisa informasi turun-temurun genetik. Semua bertindak dengan cara yang sama selama pembelahan sel.Sel manusia memiliki 23 pasang kromosom besar nuklir linier, (22 pasang autosom dan satu pasang kromosom seks) memberikan total 46 sel per. Selain ini, sel-sel manusia memiliki ratusan salinan dari genom mitokondria. Sedangkan pada buaya menurut sebuah jurnal IPTEK “Secara genetis, telur buaya tidak mengandung kromosom kelamin. Telur buaya menetas menjadi anak buaya jantan atau betina, amat tergantung dari suhu sarang tempatnya menetas. Suhu sarang yang dingin atau ekstra hangat, akan menghasilkan anakan buaya berkelamin betina. Jika suhunya moderat, yang menetas adalah anak buaya jantan. Bila suhu bervariasi, maka bisa menetas buaya jantan dan betina pada satu sarang. Dalam penelitian terhadap seluruh jenis buaya yang ada di muka Bumi, terlihat pola penetasan yang serupa. Para ahli biologi menarik kesimpulan, bahwa pola penetasan semacam itu merupakan hasil adaptasi selama jutaan tahun”. Secara genetika,tidak mungkin manusia melahirkan buaya atau buaya lahir dari manusia.
Secara kenyataan semua yang pernah melahirkan anak yang kembar buaya tidak pernah merasa disetubuhi oleh seekor buaya.Kenyataan pula,tidak pernah ada manusia yang melahirkan seekor buaya (tunggal) atau melahirkan kembar yang keduanya adalah buaya.Tidak pernah terdengar ada dukun beranak atau bidan yang membantu seorang perempuan yang melahirkan anak buaya dengan membantu menariknya keluar atau memotong tali plasentanya. Yang terjadi adalah anak buaya itu tiba-tiba muncul atau melompat dari sarung ibunya tanpa sendikitpun plasenta di tubuhnya.Lagi pula buaya itu binatang yang berkembang biak dengan telur,jadi anak buaya itu seharusnya keluar dari telur bukan dari rahim ibu dan kalau buaya itu keluar dari telur maka mana pecahan cankam telurnya,sedikitpun tidak ada cangkam telur yang kelihatan setelah muncul buaya itu.
Jadi secara ilmu pengetahuan,tidak memungkinan terjadi pembuahan dari percampuran sperma antara binatang dengan manusia,sehingga tidak memungkinkan terjadinya kehamilan apalagi akan melahirkan binatang seperti buaya.
Bila anak buaya itu tidak mungkin hasil pembuahan atau lahir dari rahim ibu dan tidak mungkin pula berasal dari telur buaya yang menetas dalam rahim ibu,maka anak buaya itu berasal dari mana ?. Hal inilah yang perlu diteliti lebih lanjut.
2. Informasi dukun tentang buaya kembaran manusia
Pertama kali penulis mendengar cerita tentang manusia kembar buaya adalah dari dukun.Penulis pernah dekat dengan beberapa dukun,karena penulis seperti warga yang bodoh lainnya amat percaya dan mengagumi dukun.Kami percaya bahwa dukun itu adalah orang hebat yang mendapat petunjuk dari Allah dan diutus oleh Allah sebagai penolong umat manusia dalam menyelesaikan persoalan manusia.
Tetapi akhirnya Allah merubah kepercayaan penulis kepada dukun,bahwa dukun adalah wali setan atau utusan Iblis untuk menyesatkan manusia,yang informasi darinya haram dipercaya.Mendatanginya akan membuat shalat ditolak selaa 40 malam dan mempercayainya berarti kafir,sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
“Barangsiapa mendatangi dukun dan menanyakan sesuatu maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh malam” (HR Muslim).
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, membenarkan apa yang diucapkannya maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wassallam “ (HR. Al-Hakim dan Ahmad).
“Bukan umatku dukun,dan orang yang mendatangi dukun,tukang zihir dan orang yang meminta bantuan zihir” (HR.Al Bazaar).
Mengapa demikian ?,Karena keberadaan dukun sangat berbahaya bagi masyarakat yang berimbas kepada aqidah dan tauhid.
Jadi dipandang dari pemberi informasi,maka berita tentang manusia kembar buaya tidak boleh dipercaya,yang artinya bukanlah kebenaran.

3. Manusia kesurupan buaya
Kesurupan adalah masuknya suatu roh ke dalam tubuh manusia dan mengendalikan prilaku manusia tersebut.Pertanyaan,apakah roh binatang/buaya bisa masuk ke dalam tubuh manusia ?,ini adalah persoalan yang rumit karena kita tidak bisa melihat keluar masuknya roh itu.Sama halnya manusia yang kesurupan roh manusia,karena pengakuan roh yang merasuki tubuh manusia tersebut.
Memasuki jasmani manusia dan mengendalikannya bukanlah pekerjaan yang mudah,tetapi membutuhkan ilmu yang tinggi dan ilmu itu tentu diperoleh dengan menuntut ilmu.Apakah buaya menuntut atau memiliki ilmu sehingga mampu merasuk ke dalam tubuh manusia ?.Menurut informasi dari Rasulullah SAW bahwa yang bisa merasuk ke tubuh manusia adalah jin,” , ’’sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah ‘’(HR.Bukhari muslim).Dari informasi Rasulullah SAW terebut dapat dikemukakan bahwa yang bisa membuat manusia kesurupan hanyalah setan dari bangsa jin.Jadi yang mengaku sebagai buaya itu adalah jin untuk menipu dan menyeatkan manussia.Oleh karena itu,apapun omongan orang yang keurupan itu jangan dipercaya karena hanya tipu daya setan.
C. Kesesatan dalam Mitos Manusia Kembar Buaya
Umumnya,buaya yang dipercaya sebagai kembaran manusia itu diagung-agungkan dan dikeramatkan orang,sedangkan Allah sebagai pencipta segala makhluk melarang manusia mengangung-angungkan makhluk apalagi kalau dijadikan sebagai sekutu Allah. Mengangung-agungkan dan mengkeramatkan adalah termasuk perbuatan mempersekutukan Allah. Perbuatan mempersekutukan Allah adalah perbuatan yang amat disukai oleh Iblis untuk dilakukan oleh manusia,karena termasuk perbuatan sesat yang sesesat-sesatnya.Dan telah menjadi perjuangan Iblis untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dari segi agama inilah,maka penulis mencurigai bahwa manusia kembar buaya itu hanyalah tipu daya setan.
Jalan ceritanya adalah bahwa ketika setan dari bangsa jin hendak menyesatkan suatu masyarakat maka setan akan menyusun skenario,antara lain berupa isu tentang manusia kembar buaya.Dan dipilih buaya karena buaya binatang yang telah dikenal oleh masyarakat keganasannya yang suka memangsa manusia dan buaya juga termauk yang dipakai jin untuk menjelmakan diri.Ketika ada seorang perempuan yang hendak melahirkan,maka setanpun akan mendatangkan anak buaya ke sisi perempuan yang melahirkan tersebut,yang tentunya di ambil dari sarang buaya atau anak jin sendiri yang berwujud buaya.Saat anak manusia itu lahir maka setanpun menampakkan anak buaya itu yang seakan-akan keluar dari rahim ibu tersebut,yang tujuannya adalah agar isu kembar buaya itu tertanam pada keluarga perempuan yang melahirkan dan dengan cepat tersebar kepada masyarakat,dan agar perempuan yang melahirkan atau keluarganya merawat dan membesarkan anak buaya itu karena disangka sebagai anak kandungnya sendiri yang kelak akan mendatangkan kebaikan baginya. Setelah masyarakat itu percaya adanya buaya kembaran manusia itu,maka selanjutnya setan menjalankan aksinya untuk menyesatkan iman masyarakat yang tentunya bekerja sama dengan dukun.
Dukunlah yang memberi petunjuk kepada seorang untuk mendatangi tempat yang dipercaya sebagai sarang buaya kembaran manusia itu untuk mencari berkah,entah reski yang lancar,jodoh atau kesembuhan dari penyakit.Bila ada yang mengikuti petunjuk dukun untuk mendatangi buaya yang dipercaya dewa itu,maka setan atas bantuan pemimpinnya (Iblis) berusaha untuk membuktikan sangkaan kekeramatan tempat buaya tersebut,dan Allah telah menyatakan bahwa “Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.” (QS. Saba:20).Jadi doa-doa mereka yang diucapkan ditempat itu terwujud atas bantuan Iblis yang tentunya atas kehendak Allah,untuk meyakinkan orang-orang yang telah tersesat dan agar kekeramatan itu semakin meluas.Tujuan utama Iblis adalah menyesatkan manusia sebanyak-banyaknya,agar semakin banyak orang yang mendatangi tempat buaya itu untuk berdoa,bernazar atau mempersembahkan kurban dan sesajen,yang semua itu termasuk menyimpang dari kebenaran dan termasuk perbuatan mempersekutukan Allah sebagai dosa besar,sebagaimana Firman Allah, “Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka jahannam.(QS.Al Jin :15), janganlah kamu menyeru Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang yang diadzab” (Q.S. Asy Syuara : 213).Oleh karena itu tinggalkanlah karena buaya itu tidak ada apa-apanya, “Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak dapat memberikan rezeki kepadamu. Maka mintalah rezeki di sisi Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya” (Q.S. Al Ankabut : 17).

D. Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan uraian-uraian di atas maka penulis mengemukakan berapa kesimpulan:
1. Baik dalam tinjauan agama Islam maupun tinjauan ilmu pengetahuan,tidak ada manusia yang bisa mengandung dan melahirkan anak buaya,menurut hukum Allah dan ilmu pengetahuan bahwa manusia hanya bisa melahirkan manusia dan buaya hanya lahir dari “telur” buaya.Tidak ada manusia yang lahir kembar buaya.Anak yang lahir itu adalah benar-benar dikandung dan lahir dari rahim ibu,sedangkan anak buaya yang tiba-tiba muncul itu tidak dikandung atau tidak dilahirkan dari rahim ibu,melainkan hasil curian setan dari sarang buaya.
2. Informasi dukun tentang manusia yang kembar buaya tidak bisa dipercaya karena dukun adalah sekutu setan/jin.Begitupun orang yang kesurupan tidak bisa dipercaya karena itu adalah permainan setan/jin.
3. Penomena manusia kembar buaya hanyalah tipu daya setan untuk menyesatkan imam manusia,agar menjadikan buaya atau tempatnya sebagai sesuatu yang diagung-agungkan atau dikeramatkan atau agar manusia tergelencir dalam perbuatan mempersekutukan Allah sehingga kelak menjadi penghuni neraka.
Berdasarkan kesimpulan tersebut,maka sebagai umat Islam penulis menyampaikan kepada saudara-saudara agar:
1. Tidak mempercayai tipu daya setan berita yang bekembang tentang manusia yang kembar buaya,kalaupun menyaksikan langsung maka yakinlah bahwa itu hanyalah tipu daya setan.
2. Terhadap buaya yang dianggap kembaran manusia itu janganlah diperlakukan seperti manusia,tetapi perlakukan seperti binatang karena memang binatang,jangan diurusi dan kalau dianggap akan mendatangkan mudharat yang lebih besar maka lebih baik disingkirkan saja dari kampung,dan bila telah terbukti telah membahayakan manusia atau telah memangsa manusia maka bunuhlah,karena agama mensyariatkan kita membunuh binatang yang berbahaya.
3. Perbanyaklah menuntut ilmu,kuatkan iman kepada Allah agar tidak mudah terpedaya oleh tipu daya setan.ingat, Iblis/setan telah bersumpah untuk menyesatkan manusia,dan jangan sampai kita yang menjadi korbannya.” Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?.” Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin (etan); kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.” Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu .” (QS. Sabaa:40-42). (Palajau, Pebruari 2016).

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Hanya satu komentar pada "MENGUNGKAP KEBENARAN MITOS MANUSIA KEMBAR BUAYA"

  1. AHMAD BASHORI

     |
    September 18, 2016 at 3:37 pm

    Semoga sukses selalu.. dan teroslah berkarya semoga menjadi ilmu yang bermanfa’at menjadi bekal kelak di akhirat…..Amiin

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Arianus Bawamenewi

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0