Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Edukasi Warga dalam Penanganan Kebakaran Mempercepat Proses Pemadaman Api
Edukasi Warga dalam Penanganan Kebakaran Mempercepat Proses Pemadaman Api
0 Komentar | Dibaca 480 kali

Ilustrasi petugas pemadam kebakaran sedang berusaha keras memadamkan api.       Jakarta – Jakarta Barat disebut sebagai wilayah dengan angka kasus kebakaran tinggi. Tercatat, sejak awal tahun 2013 hingga kini, terdapat 53 kasus kebakaran terjadi di wilayah ini. Empat kasus kebakaran di Jakarta Barat itu terjadi di Kecamatan Tambora.

Penekanan dan pencegahan angka kasus kebakaran ini memerlukan keterlibatan masyarakat, terutama dalam hal penanganan pertama kebakaran. Setelah membentuk Satuan petugas (Satgas) Pencegahan Kebakaran di RW 02 pada November lalu, Djarum Foundation melalui program Sumbangsih Sosial bersama Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Sudin Damkar) Jakarta Barat, kembali membentuk Satgas Pencegahan Kebakaran di RW 04 Kelurahan Angke Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Satgas ini terdiri dari 150 warga sekitar.

Pelaksana Program Djarum Foundation Budi Darmawan mengatakan, keberhasilan dalam menumbuhkan kesadaran warga RW 02, memicu reaksi positif dari warga di RW lain. Menurutnya, hal ini juga yang menjadi harapan Sumbangsih Sosial Djarum Foundation (SSDF) agar upaya pencegahan bahaya kebakaran di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ini dapat dilakukan Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Warga.

“Tujuan lainnya, agar masyarakat mengenal dan mengetahui bentuk-bentuk upaya pencegahan bahaya kebakaran, mampu memadamkan api secara tradisional dengan karung basah, mampu menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan mampu membedakan instalasi listrik yang buruk dan yang baik,” kata Budi di sela-sela pembentukan Satgas Pencegahan Kebakaran di RW 02, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (3/3).

Budi berharap, setelah mendapatkan pengetahuan dan cara mempraktekkannya, satgas dapat memberi manfaat nyata bagi warga sekitar. Beberapa bentuk pencegahan kebakaran itu antara lain memeriksa instalasi listrik dan kompor gas setiap rumah warga secara berkala, mencatat dan mendata setiap hal yang ditemukan pada saat pemeriksaan, meminta warga mengganti dan memperbaiki hal yang salah dan atau kurang baik, juga melaporkan hasil pemeriksaan dan pendataan kepada ketua RT dan RW.

“Harapannya bsa menekan angka dgn keterlibatan warga untuk mencegah. Satgas juga diharapkan dapat mengedukasi pentingnya upaya warga untuk pencegahan kebakaran, memberikan pemahaman kepada warga untuk terlibat aktif dalam pencegahan kebakaran dan mengajak warga untuk mengetahui dan mengenal penyebab kebakaran,” jelas Budi.

Dia melanjutkan, jika kebakaran sudah terjadi, Satgas diharapkan dapat memadamkan api dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), melokalisasi api, membuka jalan bagi masuknya kendaraan Pemadam Kebakaran, membuka akses tim Damkar, berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran, pengurus RT/RW dan memandu warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Selain dibekali pengetahuan dan keterampilan, warga juga diberikan perlengkapan pemadam kebakaran seperti seragam, 14 buah Alat Pemdam Api Ringan (APAR), 14 Fire Blanket dan sebuah Alat Pemadam Api Berat (APAB).

“Kemampuan mereka memadamkan api sudah terbukti. Ketika ada api di warung makan beberapa waktu lalu, satgas langsung menangani. Instalasi listrik dimatikan. Beberapa warga yang sebelumnya pernah ikut latihan juga bisa menggunakan Apar saat ada api,” katanya.

Source by : http://www.beritasatu.com/aktualitas/99900-edukasi-warga-dalam-penanganan-kebakaran-mempercepat-proses-pemadaman-api.html and http://www.slideshare.net/mokhtarpadeli

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ASEP SATRIA DWI HANGGARA

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  2

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0