Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Internet & Media Sosial

Beranda / Internet & Media Sosial / Media Sosial Perantara Dunia Nyata
Media Sosial Perantara Dunia Nyata
0 Komentar | Dibaca 309 kali

Media sosial memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Penggunaan media sosial di Indonesia semakin meningkat dari hari ke hari. Saat ini, sekitar 73,7 juta orang Indonesia, aktif di media sosial baik di Facebook WhatsApp, dan Twitter.

Pengaruh cuitan di media sosial dapat menyebar secara cepat. Setiap akun dapan menjadi sumber berita, setiap aku juga bisa menjadi sumber fitnah ataupun penerus fitnah.

Kemudahan yang diberikan media sosial ini kadang membuat kita lupa akan batasan informasi yang dapat kita bagikan ataupun bentuk kemasan informasi yang akan kita berikan. Sehingga pengaruh media sosial bagi masyarakat Indonesia cenderung ke arah yang negatif. Media sosial telah menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi.

Dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, begitu pula sebaliknya.

Pesatnya perkembangan media sosial juga dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial. Para pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan jaringan internet tanpa biaya yang besar dan dapat dilakukan sendiri dengan mudah.

Peran media sosial telah menggantikan komunikasi dari mulut ke mulut salah satunya adalah twitter. Twitter efektif digunakan untuk melakukan gerakan sosial dan menggiring isu-isu tertentu.Riset Dewan Pers dan Indonesia Indicator mecatat bahwa twitter merupakan medium yang sangat efektif untuk gerakan sosial spesifik seperti gerakan #SaveKOK, Koin Prita, dan #Kawal Pemilu.

BUDAYA FITNAH DI MEDIA SOSIAL INDONESIA SEMAKIN MENJAMUR. NETIZEN INDONESIA BERKHARAKTER RESPONSIF TERHADAP ISU-ISU TERBARU. BANYAK TANGGAPAN-TANGGAPAN YANG DITUJUKAN JUSTRU TIDAK SOLUTIF DAN KURANG MEMBANGUN.

Seperti beberapa kasus terjadi baru baru ini, foto Presiden Jokowi yang dianggap Rekayasa. Kunjungan Jokowi ke masyarakat Suku Anak Dalam di Jambi dinilai hanya sebuah pencitraan dan tidak terjadi.

Bahkan k