Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Gadget

Beranda / Gadget / Penggunaan Gadget dalam membantu proses belajar siswa sekolah dasar
Penggunaan Gadget dalam membantu proses belajar siswa sekolah dasar
0 Komentar | Dibaca 705 kali

Pada era globalisasi ini kehidupan masyarakat sudah semakin canggih dan kompleks. Hal ini juga merupakan akibat dari perkembangan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan teknologi ini ditandai dengan munculnya berbagai benda canggih seperti halnya gadget, smartphone, tablet PC dan lain-lain. Menanggapi kondisi ini, mau tidak mau masyarakat harus bisa mengikuti arus perubahan karena tuntutan hidup. Sebagai contoh, saat ini hampir semua orang mempunyai gadget atau smartphone. Penggunaangadget dan smartphone saat ini tidak mengenal usia, dari balita hingga manula pun punya.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini juga mempengaruhi dunia pendidikan di Indonesia.Pengaruh ini dapat dilihat dengan munculnya berbagai sistem pembelajaran berbasis media (media-based learning) yang menggunakan teknologi dalam proses pembelajarannya. Jika publik beranggapan jika media-based learning hanya diperuntukkan untuk tingkat SMP, SMA/SMK dan perguruan tinggi maka publik salah besar. Saat inipun, tingkat SD bahkan TK dan PAUD sudah menggunakan model pembelajaran media-based learning, baik  secara langsung maupun tidak langsung. Kita sebagai manusia tidak akan mampu menolak perubahan teknologi, tapi kita cukup mampu untuk membatasi efek-efek negatif dari perkembangan teknologi yang sangat pesat, terutama untuk anak-anak. Pada artikel ini, saya akan lebih membahas tentang penggunaannya bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), terutama untuk kelas 1 (satu).

Tuntutan untuk Dapat Membaca pada Siswa Kelas 1 SD

Pada tahun 2014 ini, di Indonesia sudah digulirkan Kurikulum terbaru, yaitu Kurikulum 2013. Pada Kurikulum 2013, siswa kelas 1 (satu) SD dituntut untuk langsung bisa membaca dalam proses pembelajaran. Hal itu tentu saja menimbulkan beberapa problem, karena rata-rata siswa pada tingkatan Taman Kanak-kanak (TK) hanya diperkenalkan pada bentuk dan bunyi huruf, sehingga siswa tidak langsung dapat membaca dan mengikuti pelajaran pada tingkat SD secara in