Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Sudah Era MEA, Bekali Anak Biar Tak Cuma Jadi Penonton di Negeri Sendiri!
Sudah Era MEA, Bekali Anak Biar Tak Cuma Jadi Penonton di Negeri Sendiri!
0 Komentar | Dibaca 188 kali
Muh Fahri @fahri7d
13 October 2016

Thinkstock/Digital VisionIlustrasi pekerja asing


KOMPAS.com
—Terbayangkah menumpang taksi dari Jl MH Thamrin ke Blok M disopiri oleh lelaki asal Filipina? Atau, pernahkah terpikir akan makan gudeg hasil racikan koki asal Vietnam? Jangan-jangan pula, guru, dosen, dan beragam pekerjaan yang butuh keahlian juga begitu?

Jangan salah, bayangan-bayangan itu bisa benar-benar jadi kenyataan. Semua berawal dari berlakunya kesepakatan Masyarakat EkonomiASEAN (MEA) sejak 2015.

Kesepakatan tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia. Nah, salah satu yang harus diantisipasi adalah kesiapan tenaga kerja seperti ilustrasi di atas. Kenapa?

Kesepakatan MEA mencakup banyak hal. Di antaranya adalah membuka peluang bagi tenaga kerja untuk bekerja di negara lain sesama anggotaASEAN tanpa persyaratan rumit.

Bila tenaga kerja dalam negeri tak mampu bersaing, tinggal tunggu waktu pekerja asing mendominasi beragam pekerjaan di dalam negeri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), misalnya, mencatat sudah ada kenaikan pekerja asing—sekalipun paruh waktu—yang masuk ke Indonesia, dari 14.550 pekerja pada akhir 2015 menjadi 25.238 orang pada Januari 2016.

Kesepakatan sudah berjalan, apa langkah yang harus dilakukan untuk menyikapi tren tersebut?

Seperti dikutip dari situs web presidenri.go.id, Presiden Joko Widodomenegaskan 2016 merupakan tahun percepatan pembangunan. Percepatan ini termasuk untuk menyikapi tantangan global dan MEA sebagai salah satunya.

Pemerintah, kata Presiden, menyiapkan tiga langkah terobosan terkait percepatan pembangunan itu.

Pertama, percepatan pembangunan infrastruktur. Kedua, penyiapan kapasitas produktif dan Sumber Daya Manusia (SDM). Ketiga, deregulasi dan debirokratisasi,” ungkap Presiden se