Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Padamu Negeri

Beranda / Padamu Negeri / Supaya Pelajaran PKN tidak Semembosankan Sekarang.
Supaya Pelajaran PKN tidak Semembosankan Sekarang.
0 Komentar | Dibaca 248 kali
Dian Sinaga @yoelfe
09 October 2016

PKN adalah pelajaran wajib ipa ips. Sejak SD sampai SMA bahkan sampai kuliah-untuk beberapa universitas, PKN selalu ada. Namun semakin hari ke hari posisi PKN semakin tidak jelas. Pelajaran ini semakin membosankan dan sukar dimengerti. Terlalu abstrak dan pengajarnya pun terkadang tidak jelas.

Padahal PKN diharapkan bisa menanamkan moral kebangsaan serta nasionalisme. Namun isi PKN kebanyakan justru masalah pemerintahan yang tidak jauh-jauh dari politik. PKN cenderung menjauh dari sisi moral. Menjadi pelajaran yang bahkan lebih sukar dihapal dibandingkan tanggal-tanggal penting di ilmu sejarah.

Untuk mengatasi hal ini, ternyata salah satu guru asal Yogyakarta menemukan cara unik. Guru ini bernama J Sumardinata, sering dijuluki Pak Guru. Artikel ini merupakan materi pembelajaran yang dipersembahkan oleh lembaga les privat Nusa Privat untuk anda yang mungkin sedang membutuhkannya.

Ada dua gebrakan besar yang dilakukan Pak Guru untuk mendidik muridnya.

Pertama, Pak Guru menggunakan buku babon.

Bagi yang belum tahu, buku babon adalah buku utama yang penulisnya luar biasa menguasai bidang tersebut. Atau istilah pendeknya: penulis tersebut ahli di bidang itu.

Nah, pak guru menggunakan metode ini. Beliau mengajari murid dengan mengajak mereka membaca dua buku karangan Yudi Latief.  Seorang penulis handal bidang pancasila. Ia tahu seluk beluknya dan nilai-nilai yang tertanam di dalamnya.

Oleh pak guru, murid-murid itu disuruh membaca buku Yudhi latief. Padahal buku Yudhi Latief tebalnya bukan main. Selalu paling tebal dibanding buku-buku lain yang ada di toko buku. Buku itu berisi sekali.

Tahu kalau muridnya tidak begitu suka baca, Pak Guru membagi bacaan ke beberapa kelompok. Setiap kelompok kebagian satu bab dan itu harus dikuasai. Mereka diberikan jangka waktu tertentu untuk menguasai bab tersebut. Apabila jangka waktunya habis, Pak guru mengambil satu anggota kelompok dan menggabungkannya dengan anggota kelompok yang lain. Metode seperti ini dikenal dengan metode Zig Saw.

Dari sini, murid menjadi terbiasa membaca sekaligus tidak lagi bosan atau malas belajar PKN karena mereka menikmati.

Selain itu, Pak guru juga mengajak murid untuk menggunakan gadget yang mereka bawa ke sekolah. Gadget itu dimaksimalkan untuk mencari informasi sebanyak=banyaknya tentang suatu materi yang sedang dibahas ketika itu. Ada dua manfaat dari maksimalisasi gadget ini. Pertama, murid jadi bisa mendapatkan ilmu lebih banyak dan dalam. Kedua, murid menjadi lebih fokus. Tidak ada lagi murid yang sembunyi-sembunyi memainkan gadget mereka ketika guru menerangkan materi di depan.

Murid-murid juga menjadi terbiasa menggunakan gadget untuk belajar dibandingkan hanya untuk bermain yang tidak mendorong kemampuan mereka. Baik kreatifitas maupun kecerdasan.

Terakhir, Pak guru mempraktekan ilmu ini di kehidupan sehari-hari. Setelah murid-murid merampungkan bacaan buku Yudhi Latief, mereka diminta untuk menanamkan nilai itu kepada orang-orang terdekat mereka. Terutama orang tua.

Dengan praktek ini, selain siswa menjadi lebih dekat dengan orang tua, guru pun menjadi lebih dikenal. Penilaian tidak lagi hanya berdasarkan pada nilai nominal atau nilai yang tertera di raport namun minim praktek. Nilai yang ada di raport adalah benar-benar nilai kepribadian siswa yang diukur dari tingkah laku kesehariannya di lingkungannya.

Dengan begini, PKN bukan lagi pelajaran yang isinya melulu tentang politik. Padahal politik dari hari ke hari semakin memuakkan.PKN bisa menjelma lagi menjadi pelajaran seperti saat kita duduk di bangku SD kelas tiga. Bahwa PKN adalah tentang perilaku terpuji dan budiman.

Dibandingkan pemahaman kita tentang PKN  tentang seluk beluk pemerintahan, tentu lebih baik kita membangun PKN yang bernilai penuh budi dan akhlak terpuji.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

SITI SAHARA

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  4
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0