Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Padamu Negeri

Beranda / Padamu Negeri / Supaya Pelajaran PKN tidak Semembosankan Sekarang.
Supaya Pelajaran PKN tidak Semembosankan Sekarang.
0 Komentar | Dibaca 308 kali
Dian Sinaga @yoelfe
09 October 2016

PKN adalah pelajaran wajib ipa ips. Sejak SD sampai SMA bahkan sampai kuliah-untuk beberapa universitas, PKN selalu ada. Namun semakin hari ke hari posisi PKN semakin tidak jelas. Pelajaran ini semakin membosankan dan sukar dimengerti. Terlalu abstrak dan pengajarnya pun terkadang tidak jelas.

Padahal PKN diharapkan bisa menanamkan moral kebangsaan serta nasionalisme. Namun isi PKN kebanyakan justru masalah pemerintahan yang tidak jauh-jauh dari politik. PKN cenderung menjauh dari sisi moral. Menjadi pelajaran yang bahkan lebih sukar dihapal dibandingkan tanggal-tanggal penting di ilmu sejarah.

Untuk mengatasi hal ini, ternyata salah satu guru asal Yogyakarta menemukan cara unik. Guru ini bernama J Sumardinata, sering dijuluki Pak Guru. Artikel ini merupakan materi pembelajaran yang dipersembahkan oleh lembaga les privat Nusa Privat untuk anda yang mungkin sedang membutuhkannya.

Ada dua gebrakan besar yang dilakukan Pak Guru untuk mendidik muridnya.

Pertama, Pak Guru menggunakan buku babon.

Bagi yang belum tahu, buku babon adalah buku utama yang penulisnya luar biasa menguasai bidang tersebut. Atau istilah pendeknya: penulis tersebut ahli di bidang itu.

Nah, pak guru menggunakan metode ini. Beliau mengajari murid dengan mengajak mereka membaca dua buku karangan Yudi Latief.  Seorang penulis handal bidang pancasila. Ia tahu seluk beluknya dan nilai-nilai yang tertanam di dalamnya.

Oleh pak guru, murid-murid itu disuruh membaca buku Yudhi latief. Padahal buku Yudhi Latief tebalnya bukan main. Selalu paling tebal dibanding buku-buku lain yang ada di toko buku. Buku itu berisi sekali.

Tahu kalau muridnya tidak begitu suka baca, Pak Guru membagi bacaan ke beberapa kelompok. Setiap kelompok kebagian satu bab dan itu harus dikuasai. Mereka diberikan jangka waktu tertentu untuk menguasai bab tersebut. Apabila jangka waktunya habis, Pak guru mengambil satu anggota kelompok dan menggabungkannya dengan anggota kelompok yang