Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Kemenag Segera Terapkan Perencanaan Berbasis Elektronik
Kemenag Segera Terapkan Perencanaan Berbasis Elektronik
1 Komentar | Dibaca 5791 kali
Adi Pratama @pratamaadi
22 December 2016

Proses reformasi birokrasi di Kementerian Agama terus bergulir. Untuk memastikan perencanaan program lebih efektif dan efisien, Sekjen Kemenag, Nur Syam menegaskan bahwa Kementerian Agama akan segera menerapkan perencanaan anggaran berbasis elektronik atau yang disebut e-planing.

“Tahun 2017 harus sudah diselesaikan perencanaan yang berbasis elektronik, sehingga akurasi program dan anggarannya akan dapat lebih relevan,” kata Nur Syam, pada acara Kebijakan Perencanaan pada Penganggaaran Tunjangan Profesi Guru di Kementerian Agama, di Jakarta, Selasa (20/12).

“Kementerian Agama selama ini sudah mengembangkan elektronik monitoring pelaksanaan anggaran (e-MPA). Sesungguhnya melalui e-MPA, dapat dikembangkan satu bagian yang penting yaitu mengenai e-planning ini,” imbuhnya.

Di hadapan para perencana program dan ASN Biro Keuangan, Nur Syam sampaikan sejumlah catatan terkait perencanaan program Kemenag. Catatan pertama terkait data. Menurutnya, basis data perencanaan Kementerian Agama masih belum optimal. Hal ini misalnya ditandai dengan besarnya sisa serapan anggaran belanja pegawai dua tahun terakhir, termasuk serapan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG).

“Penentuan besaran anggaran didasarkan atas pagu tahun sebelumnya, sehingga masih banyak yang belum relevan dengan kenyataan kebutuhan akan anggaran,” jelas Nur Syam.

Catatan kedua terkait distribusi alokasi anggaran. Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini melihat bahwa distribusi anggaran belum merata. Indikasinya, masih ada daerah yang kekurangan anggaran, sementara daerah lainnya justru menyisakan anggaran.

“Ketepatan perencanaan kita belum berbasis data akurat. Saya kira bukan tidak ada data yang bisa dijadikan sebagai rujukan, akan tetapi sistem perencanaan yang memang diperlukan untuk dibenahi,” tuturnya.

“Untuk membenahi problem perencanaan tersebut, saya sudah meminta Biro Perencanaan untuk segera mengembangkan sistem perencanaan melalui e-planning yang berbasis data akurat,” tambahnya.

Selain pengembangan sistem, Nur Syam memandang pentingnya penguatan SDM. Menurut mantan Dirjen Pend