Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Setujukah Anda jika UJIAN NASIONAL di hapus?
Setujukah Anda jika UJIAN NASIONAL di hapus?
0 Komentar | Dibaca 255 kali
Muh Fahri @elangz9
01 December 2016

Hasil gambar untuk ujian nasional dihapuskan

Penghapusan ujian nasional (UN) di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), ke depannya akan diikuti tingkat SMP dan SMA. Penghapusan UN itu sejalan dengan pengembangan Kurikulum 2013.

Hal tersebut disampaikan oleh pakar dan konsultan pendidikan Munif Chatib di Semarang, Kamis (16/5). “Itu memang sudah seharusnya UN SD dihapus, bahkan nanti UN SMP dan SMA juga dihapus, tapi itu butuh proses,” katanya kemarin. Munif Chatib, yang juga anggota tim penyusun Kurikulum 2013 ini mengutarakan, dengan pengembangan Kurikulum 2013 yang mengutamakan tematik integrated, UN sudah dianggap tidak penting lagi. “UN sudah tidak akan menjadi standar kelulusan lagi, itu nanti hanya akan menjadi mapping saja,” ujarnya.

Yang pasti, Kurikulum 2013 akan dimulai Juni mendatang dengan menyiapkan gurunya. Penerapan kurikulum kemudian akan dilakukan Juli 2013. Munif sangat mengapresiasi Peraturan Pemerintah (PP) No 32/2013 tentang Perubahan Atas PP No 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang salah satunya mengatur penghapusan UN SD. Dia menilai penerapan kurikulum baru sebenarnya menjadi jalan masuk untuk penghapusan UN seluruh jenjang pendidikan. Sebab, cara evaluasi kurikulum baru menggunakan pola authentic assessment.

Sistem evaluasi model multiple choice(pilihan ganda) sebagaimana UN tidak nyambung lagi dengan kurikulum baru. Karena itu, Munif yakin UN SMP dan SMA sederajat nantinya akan dihapuskan. “Saya melihat pertimbangan UN bukan masalah akademis lagi karena di sekolah-sekolah sebenarnya sudah selesai. Namun, ini sudah masuk politik karena rantainya panjang,” tandasnya. Menurut Rektor IKIP PGRI Semarang Muhdi, seiring dengan pengembangan Kurikulum 2013, memang pelaksanaan UN sudah tidakbegitupentinglagi. Jadisudah sewajarnya pemerintah menghapusUN.

“ UN bisa saja tetap dilaksanakan, namun itu hanya untuk melakukan pemataan sekolah, itu hanya untuk mappingatas kualitas pendidikan pada sekolah di berbagaidaerah,” paparnya. Soal kelulusan siswa, semestinya memang menjadi urusan sekolah. Sekolahnya yang tahu dan paham akan prestasi dari siswanya masing-masing. Pandangan berbeda justru dilontarkan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Rochmat Wahab. Menurutnya, pendidikan di Indonesia masih membutuhkan UN.

Hal ini dikarenakan UN masih dapat dijadikan sebagai alat ukur kualitas pendidikan di masing-masing wilayah. ”UN lebih mudah terprediksi dan bisa menjadi alat ukur dalam melihat peta kualitas pendidikan di wilayah Indonesia. Mengenai pro-kontra UN di masyarakat, sebenarny