Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Bupati Purwakarta: Kalau Ayahnya Sopir, Anaknya Minimal Juragan Angkot
Bupati Purwakarta: Kalau Ayahnya Sopir, Anaknya Minimal Juragan Angkot
0 Komentar | Dibaca 167 kali

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyebarkan virus pendidikan vokasional yang diterapkan pada daerahnya. Dia berbagi kebijakan anti-mainstream itu kepada ratusan guru anggota PGRI Cirebon, Jawa Barat. Dedi mengklaim, kebijakan yang diberlakukan pada 2016 itu berhasil mendidik karakter pelajar. Lewat vokasional, pelajar mampu berpikir akademis sekaligus aplikatif. Sebab, sisi akademik pelajar dilatih dalam kelas, sedangkan sisi aplikatifnya terlatif saat membantu pekerjaan orang tua.

“Anak harus berpikir betapa susahnya orang tua mencari uang sehingga mereka punya motivasi untuk menjadi lebih baik dari orang tuanya. Kalau hari ini mereka adalah anak sopir angkot, kelak minimal mereka harus mampu menjadi juragan angkot,” tutur Dedi, Selasa (22/2/2017).

Dedi mencontohkan anak bungsunya, Yudhistira Manunggaling Rahmaning Hurip. Setiap Selasa pekan pertama dan ketiga setiap bulannya, sang anak wajib memeriksa agenda kegiatan Bupati.

“Kata siapa jadi anak bupati itu enak. Anak saya harus mengetahui dan menyiapkan agenda saya setiap program ini berlangsung, dan dia harus menyiapkan air mandi dan membersihkan sepatu, dia pun harus ikut berkegiatan dengan saya,” kata Dedi.

Dedi mengakui, pada awal pemberlakuannya program ini mendapatkan banyak protes keras masyarakat. Namun, kini justru masyarakat mengapresiasinya karena dinilai mampu membentuk karakter pelajar.

Bahkan, Kementerian Pendidikan saat ini tengah menjadikan Kabupaten Purwakarta sebagai rujukan pendidikan karakter nasional.