Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Kapan Koin Dirham Pertama Kali Dicetak Umat Islam?
Kapan Koin Dirham Pertama Kali Dicetak Umat Islam?
0 Komentar | Dibaca 1074 kali
Adi Pratama @pratamaadi
24 February 2017

Masa kejayaan peradaban Islam selama berabad-abad sejak masa Rasulullah hingga Dinasti Abbasiyah dan menyebar ke Andalusia (Spanyol) telah menjelma menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Tak heran, kekhalifahan Islam masa itu memiliki mata uang sendiri yang bernama dinar (koin emas) dan dirham (koin perak). Dengan kedua mata uang itu, perekonomian Islam berkembang pesat.

Pada zaman Rasulullah SAW dikenal uang berbentuk koin emas (dinar) yang berasal dari Romawi dan koin perak (dirham) yang berasal dari Persia. Dua logam mulia itu dianggap sebagai mata uang yang paling berharga. Berbeda dengan zaman sekarang yang jamak menggunakan uang kertas (fiat money) sebagai alat pembayaran.

Menurut Abdul Qadim Zallum dalam kitabnya Al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, dinar dan dirham telah dikenal oleh orang Arab sebelum datangnya Islam karena aktivitas perdagangan yang mereka lakukan dengan negara-negara di sekitarnya.

Ketika pulang dari Syam, orang-orang Arab membawa uang koin emas Romawi (Byzantium). Dari Irak, mereka membawa uang koin perak Persia yang dikenal dengan sebutan drachm. Kadang-kadang, mereka membawa pula sedikit dirham Himyar dari Yaman.

Hal senada juga dijelaskan Zainal Abidin Anwar. Dalam bukunya yang berjudul Sejarah Penggunaan Matawang Dinar, Zainal menjelaskan, kata ‘dinar’ bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Yunani dan Latin atau mungkin versi lain dari bahasa Aramaic-Persia. Jika namanya saja bukan dari bahasa Arab, sudah barang tentu yang pertama kali mengenal dan menggunakan uang dinar bukanlah bangsa Arab.

Dalam bentuknya yang masih sederhana, uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12:1 untuk perak terhadap emas.

Berbeda dengan koin emas, penggunaan koin perak justru pernah dilakukan kira-kira pada abad ke-18 SM atau pada zaman Nabi Yusuf AS. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam Alquran surah Yusuf ayat 20. Dalam