Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Acara & Kegiatan

Beranda / Acara & Kegiatan / Tiga Ciri Hamba yang Dikehendaki Baik
Tiga Ciri Hamba yang Dikehendaki Baik
0 Komentar | Dibaca 169 kali
Badrul Munir @badrul1991
24 February 2017

 

Setiap manusia tentu ingin menjadi orang yang baik. Karena sejatinya kehidupan akan membaik ketika manusia pun juga memulai kebaikan dari dirinya sendiri terlebih dahulu.
Kebaikan yang selalu mereka dambakan, bukanlah tak berarti. Melainkan kebaikan itulah yang akan membantu mereka meraih ridho Allah Ta’ala. Karena Allah adalah dzat Yang Maha Baik, maka Allah juga mencintai hamba yang baik.
Dalam kitab Nashoihul Ibad, Karya Syekh Nawawi Al-Bantani yang merupakan syarah atas kitab Syekh Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Asqolani (Ibnu Hajar Al-Asqolani) dijelaskan, terdapat 3 kriteria seorang hamba yang dikehendaki oleh Allah untuk menjadi orang yang baik. Syekh Nawawi berkata:
اذا أراد الله بعبد خيرا فقهه في الدين
“Ketika Allah menghendaki seorang hamba untuk menjadi orang baik, maka Allah menguatkan agamanya”.
Ciri yang pertama adalah agama seorang hamba tersebut dikuatkan oleh Allah. Dikuatkanlah keimanannya. Sehingga hamba tersebut tetap teguh menapaki jalan kebaikan, meskipun godaan malang melintang. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
من يرد الله به خيرا يوفقه في الدين
“Barang siapa yang dikehendaki menjadi baik maka dikuatkanlah ia dalam perkara agama.”
Lebih lanjut dalam kitab Nashoihul Ibad dikatakan:
و زهده في الدنيا
“Dizuhudkanlah hamba tersebut didalam perkara dunia.”
Hamba yang baik, adalah hamba yang tidak tergiur sedikitpun akan gemerlap dunia. Ia berpikir bahwa dunia hanyalah tempat singgah semata. Hanya perkara yang fana. Hamba yang baik hanya mengingat satu perkara, yaitu janji Allah akan kehidupan akhirat yang kekal adanya. Ia ingat betul akan peringatan Rasulullah tentang perkara dunia, bahwa:
حب الدنيا رئس كل خطيأت
“Cinta dunia adalah pokok dari segala keburukan