Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Apa dan cara mengetahui Hidrosefalus ?
Apa dan cara mengetahui Hidrosefalus ?
0 Komentar | Dibaca 453 kali
alltekno2 @alltekno2
08 March 2017

gejalahidrosefalus-bahaya

Apa itu Hidrosefalus ?

Hidrosefalus adalah pembengkakan otak akibat akumulasi atau penumpukan cairan dalam tengkorak. Kelainan Hidrosefalus (sindrom Hidrosefalus) ini disebabkan oleh adanya masalah dengan aliran cairan cerebrospinal (CSF ) yaitu cairan yang mengelilingi sumsum otak dan tulang belakang.

Hidrosefalus ini terjadi ketika CSF tidak hanya bergerak melalui jalur di otak yang disebut ventrikel, tetapi juga mengalir di sekitar bagian luar otak dan melalui saluran pada tulang belakang.

Jumlah yang lebih tinggi dari CSF yang normal dapat terjadi di otak jika aliran atau penyerapan CSF terhalang, atau jika terlalu banyak CSF diproduksi sehingga cairan tersebut memberikan tekanan pada otak, mendorong otak melawan tengkorak dan merusak atau menghancurkan jaringan otak.

Gejala Hidrosefalus

Gejala tergantung pada penyebab penyumbatan, usia seseorang, dan berapa banyak jaringan otak telah rusak karena pembengkakan. Pada bayi dengan hidrosefalus, cairan CSF menumpuk dalam sistem saraf pusat, menyebabkan ubun (titik lemah) menimbulkan tonjolan.
Gejala awal juga termasuk individu lekas marah, kejang otot dan muntah.

Gejala yang terjadi selanjutnya termasuk penurunan fungsi mental, kesulitan makan, rasa kantuk yang berlebihan, hilangnya kontrol kandung kemih dan pertumbuhan lambat.

Diagnosa Hidrosefalus

Berbagai jenis hidrosefalus (cairan pada otak) dapat didiagnosis dengan scan otak.
Dalam beberapa kasus, scan ultrasound dapat mendeteksi hidrosefalus kongenital sebelum bayi anda terlahir. Sebuah USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar rahim dan bayi di dalam.

Jika bayi anda memiliki beberapa karakteristik fisik yang berhubungan dengan hidrosefalus kongenital setelah bayi lahir, seperti kepala membesar, mereka dapat dirujuk untuk scan ultrasound. Jika hasil USG tidak dapat disimpulkan, pengujian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan:

  • Komputerisasi tomography (CT) scan dengan bantuan sinar-X (untuk mendapatkan gambar dari sudut yang berbeda)
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) scan (menggunakan medan magnet yang kuat dan gelom