Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Travelling

Beranda / Travelling / IBARAKI, SURGA PESEPEDA DENGAN TAMAN BUNGA PLUM YANG INDAH
IBARAKI, SURGA PESEPEDA DENGAN TAMAN BUNGA PLUM YANG INDAH
0 Komentar | Dibaca 62 kali

Walaupun Jepang pada umumnya adalah tempat yang bersahabat bagi para pesepeda, Prefektur Ibaraki adalah prefektur di Jepang yang memiliki dedikasi khusus pada kegiatan bersepeda. Hal ini terbukti dari adanya berbagai jalur khusus wisata sepeda di prefektur Ibaraki, khususnya di wilayah Suigo-Tsukuba. Di hari kedua kunjungan ke Prefektur Ibaraki, tim Japanese Station berkesempatan mencoba sendiri bersepeda di sebagian jalur tersebut.

Setelah sarapan di Itako Hotel dengan menu sarapan tradisional Jepang, yang terdiri atas nasi putih, tamagoyaki, ikan salmon bakar, rebusan tahu, sup miso, nori, dan natto, tim Japanese Station dan rombongan lain bertolak dari Itako Hotel.

Tempat tujuan pertama hari ini adalah Tsuchiura Fureai Land, yang akan menjadi titik awal perjalanan bersepeda hari ini. Setibanya di Fureai Land, ternyata kami tidak langsung bersepeda, melainkan mengunjungi terlebih dahulu Rainbow Tower yang berada tidak jauh di dekatnya. Rainbow tower merupakan sebuah menara dengan observatorium di puncaknya. Dari puncak observatorium tersebut, para pengunjung dapat melihat wilayah Tsuchiura dari ketinggian, termasuk melihat danau Kasumigaura, yang ternyata sangat luas jika dilihat dari ketinggian!

Salah satu keunikan Rainbow Tower ini adalah, di observatoriumnya, para pengunjung dapat menulis ema, atau papan permohonan, yang biasanya bisa ditemukan di kuil Shinto. Di sini juga pengunjung bisa melihat langsung tidak hanya satu, melainkan dua ekor hewan unik Axolotl, atau yang dalam bahasa Jepang disebut oopa loopa.

Sebelum mulai bersepeda, kami mengunjungi tempat lain lagi, yaitu Michi no Eki, semacam tempat peristirahatan yang biasanya ditemukan di pinggir jalan yang terdapat di sebelah Fureai Land. Di sini, pengunjung dapat membeli berbagai macam oleh-oleh penganan khas daerah setempat. Salah satu penganan yang patut dicoba di sini adalah yakiimo atau ubi bakarnya. Ubi bakar Ibaraki memiliki rasa yang  sangat manis, sampai-sampai bisa dibilang terlalu manis, sangat cocok dinikmati sebelum berkegiatan, apalagi di saat cuaca dingin, dan wajib untuk dicoba!

Setelah puas berbelanja oleh-oleh dan mengisi tenaga dengan ubi bakar, kami memulai perjalanan dengan sepeda menuju tempat makan siang. Perjalanan dimulai dengan menyusuri jembatan besar Kasumigaura Ohashi yang melintasi danau Kasumigaura, dilanjutkan dengan menyusuri tepian danau Kasumigaura sepanjang kurang-lebih 2 kilometer sampai ke tempat makan siang di restoran bernama Kasumi Kitchen. Jalur bersepeda yang ada cukup nyaman untuk digunakan bersepeda, karena cukup luas, dan tidak banyak dilalui kendaraan. Jalannya sendiri sangat dekat dengan danau, sehingga sambil bersepeda, kita akan dapat menikmati pemandangan danau Kasumigaura sepuas hati.

Restoran Kasumi Kitchen, tempat makan siang kali ini adalah sebuah restoran dengan menu makanan ala barat, seperti hamburg, spaghetti, dan sebagainya. Asyiknya, makan di sini bisa sambil menikmati pemandangan danau Kasumigaura juga, karena jendela besar di lantai dua restoran ini menghadap langsung ke danau tersebut. Restoran ini sendiri mempermudah akses bagi para lansia ataupun penyandang disabilitas dengan menyediakan sebuah kursi khusus yang akan mengantar pengunjung tersebut sampai ke lantai 2 restoran dengan rel khusus.

Saat makan siang, guide kami selalu mengingatkan agar tidak terlalu kenyang, dan ternyata hal itu ada penyebabnya. Selesai makan siang, bus langsung mengantar kami ke Fukasaku Farmkuchen, untuk memetik buah stroberi. Fukasaku Farm dikenal sebagai produsen kue Baumkuchen, kue asal Jerman yang sangat terkenal dan disukai di Jepang, dan  juga dikenal karena memiliki program Strawberry Hunting.

Di Fukasaku Farm, stroberi yang bisa dipetik dan dimakan sepuasnya tidak hanya satu jenis saja, namun ada beberapa jenis. Mulai dari stroberi berukuran kecil seperti yang biasa kita temukan di Indonesia, hingga stroberi berukuran sangat besar yang kesemuanya memiliki warna merah yang indah, dan pastinya manis dan enak! Selain itu, karena memetik stroberi ini dilakukan di dalam green house, sehingga kegiatan ini tetap menyenangkan meski dilakukan saat cuaca sedang dingin.

Dua tujuan terakhir untuk perjalanan hari ini adalah ke Tokugawa Museum dan Kairakuen Garden, yang keduanya terletak di kota Mito, yang juga adalah ibukota prefektur Ibaraki. Museum Tokugawa adalah museum berisikan berbagai relik bersejarah yang terkait dengan klan Tokugawa di Ibaraki, tepatnya di kota Mito, terutama mengenai Tokugawa Mitsukuni.

Tokugawa Mitsukuni adalah penguasa kedua wilayah Mito, dan merupakan orang yang berjasa memelopori dibuatnya catatan sejarah Jepang Dai Nihonshi. Tokugawa Mitsukuni juga ada yang menjadi asal muasal kisah tokoh legendaris dalam drama sejarah  Jepang, Mito Komon. Museum ini juga tengah berkolaborasi dengan game smartphone Touken Ranbu, dengan memajang personifikasi pedang Shokudaigiri Mitsutada tepat di samping pedang aslinya. Shokudaigiri Mitsutada adalah pedang tachi kesayangan Masamune Date yang dipamerkan di museum ini.

Tempat tujuan selanjutnya, yaitu taman Mito Kairakuen adalah salah satu dari 3 buah taman terbaik di Jepang. Taman ini terkenal karena keindahan pohon ume, atau plum yang banyak ditanam di dalamnya. Pada akhir musim dingin, pengunjung dapat menikmati acara Ume Matsuri atau Plum Festival di taman ini, di mana bunga plum mekar dengan indah. Tidak hanya itu, beragam pohon lain juga dapat ditemukan di taman ini, termasuk sebuah hutan pohon bambu yang tidak kalah indahnya dengan hutan pohon bambu di Arashiyama. Taman yang berukuran cukup luas ini ini dapat dimasuki secara gratis, kecuali bagian Kobuntei yang memiliki biaya masuk. Taman ini dibangun pada tahun 1841 oleh penguasa setempat, Tokugawa Noriaki.

Ibaraki

Selain jalur sepeda yang bisa dinikmati sepanjang tahun, indahnya taman pohon plum Kairakuen yang justru paling indah pada masa transisi antara musim dingin dengan musim semi menjadikan Ibaraki prefektur yang sangat menyenangkan untuk dikunjungi pada musim apapun.

(All images: ©Japanese Station / chaos_in_hell)

Sumber Artikel : Japanese Station

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....
Tags :  

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

eoialekoaiq

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0