Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Kapan Waktu yang Tepat Memperkenalkan Gadget kepada Anak?
Kapan Waktu yang Tepat Memperkenalkan Gadget kepada Anak?
0 Komentar | Dibaca 127 kali

“Pokoknya, aku mau tablet seperti punya teman aku!” rengek Arya kepada ibunya minta dibelikan tablet. Mau tidak mau, si ibu pun membelikannya karena tidak bisa lagi menahan keinginan anaknya yang berusia 8 tahun itu untuk memiliki “mainan” seperti temannya. Tak jauh beda dengan Arya, Salma (9 tahun) pun ingin memiliki gadget seperti temannya. Setelah bernegosiasi dengan orang tuanya, dia diperbolehkan untuk menggunakan sebagian tabungan untuk membeli gadget yang diinginkannya.

Berbeda dengan Arya dan Salma, Pipit (31 tahun) sengaja memberikan tablet kepada anaknya, Alfan (6 tahun) untuk bermain game. Menurutnya, tujuan awal dia membeli Galaxy Tab sebenarnya untuk mendukung aktivitas dirinya dan suaminya.

“Sebenarnya anaknya sih nggak minta, tapi kami, sebagai orang tua memang sengaja membiarkan Rea (3 tahun) dan Alfan (6 tahun) untuk bermain dengan tablet milik saya. Saat mengunduh game, biasanya Alfan akan bertanya terlebih dahulu mengenai game yang akan diunduhnya. Setelah saya jelaskan, baru Alfan unduh aplikasinya.” (Pipit, ibu rumah tangga)

Saat ini, gadget berupa smartphone mau pun tablet sudah kian dikenal oleh kalangan anak-anak. Menurut survey dari Indonesia’s Hottest Insight (IHI), ternyata, 35% anak-anak menginginkan smartphone terbaru. Tidak heran, karena 40% anak-anak memang sudah memiliki ponsel sendiri. Berbeda dengan zaman dulu, anak-anak masa kini sudah melek gadget, entah itu smartphone atau tablet. Kemunculan fenomena gadget ini melahirkan anak-anak generasi audio visual. Sebenarnya, apakah anak-anak sudah siap memiliki gadget? Berikut ini tips kapan sebaiknya memperkenalkannya kepada anak.

  • Tunggu sampai anak berumur 2 tahun

Meski anak usia di bawah dua tahun sedang senang-senangnya menekan tombol dan menonton video, tidak berarti mereka sudah siap  menggunakan gadget. Menurut Dr. Carolyn Jaynes, pakar dari perusahaan maina