Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Kapan Waktu yang Tepat Memperkenalkan Gadget kepada Anak?
Kapan Waktu yang Tepat Memperkenalkan Gadget kepada Anak?
0 Komentar | Dibaca 67 kali

“Pokoknya, aku mau tablet seperti punya teman aku!” rengek Arya kepada ibunya minta dibelikan tablet. Mau tidak mau, si ibu pun membelikannya karena tidak bisa lagi menahan keinginan anaknya yang berusia 8 tahun itu untuk memiliki “mainan” seperti temannya. Tak jauh beda dengan Arya, Salma (9 tahun) pun ingin memiliki gadget seperti temannya. Setelah bernegosiasi dengan orang tuanya, dia diperbolehkan untuk menggunakan sebagian tabungan untuk membeli gadget yang diinginkannya.

Berbeda dengan Arya dan Salma, Pipit (31 tahun) sengaja memberikan tablet kepada anaknya, Alfan (6 tahun) untuk bermain game. Menurutnya, tujuan awal dia membeli Galaxy Tab sebenarnya untuk mendukung aktivitas dirinya dan suaminya.

“Sebenarnya anaknya sih nggak minta, tapi kami, sebagai orang tua memang sengaja membiarkan Rea (3 tahun) dan Alfan (6 tahun) untuk bermain dengan tablet milik saya. Saat mengunduh game, biasanya Alfan akan bertanya terlebih dahulu mengenai game yang akan diunduhnya. Setelah saya jelaskan, baru Alfan unduh aplikasinya.” (Pipit, ibu rumah tangga)

Saat ini, gadget berupa smartphone mau pun tablet sudah kian dikenal oleh kalangan anak-anak. Menurut survey dari Indonesia’s Hottest Insight (IHI), ternyata, 35% anak-anak menginginkan smartphone terbaru. Tidak heran, karena 40% anak-anak memang sudah memiliki ponsel sendiri. Berbeda dengan zaman dulu, anak-anak masa kini sudah melek gadget, entah itu smartphone atau tablet. Kemunculan fenomena gadget ini melahirkan anak-anak generasi audio visual. Sebenarnya, apakah anak-anak sudah siap memiliki gadget? Berikut ini tips kapan sebaiknya memperkenalkannya kepada anak.

  • Tunggu sampai anak berumur 2 tahun

Meski anak usia di bawah dua tahun sedang senang-senangnya menekan tombol dan menonton video, tidak berarti mereka sudah siap  menggunakan gadget. Menurut Dr. Carolyn Jaynes, pakar dari perusahaan mainan edukasi, Leapfrog Enterprises, cara belajar terbaik untuk anak usia di bawah dua tahun adalah melalui interaksi dan berekplorasi dengan dunia nyata. Menghabiskan waktu di depan layar, tentu akan mengurangi aktivitas menggunakan panca indranya. Bereksplorasi di usia balita merupakan proses terbaik dalam masa pertumbuhan. Dikatakan Carolyn, seorang anak akan siap bermain dengan gadget pada umur empat hingga lima tahun. Di usia tersebut, anak sudah dapat menggunakan gadget selama orang tua mendampinginya beraktivitas dengan perangkatnya.

  • Perlunya dampingan orang tua

Jika anak sudah siap bermain dengan gadget, sangat disarankan agar orang tua selalu mendampingi anaknya dalam beraktivitas dengan “mainan baru” nya. Sebaiknya, interaksi dengan gadget maupun komputer dilakukan dalam ruang keluarga. Seperti yang dikatakan psikolog Tika Bisono, jangan membiarkan anak-anak menggunakan gadget di kamar mereka. Dengan begitu, orang tua dapat selalu memonitor dan menemani aktivitas anak saat mencoba aplikasi baru. Sebab, tak jarang ada game ber-genre dewasa yang ikut tampil saat anak ingin mengunduh game dari apps store, seperti Google Play Store atau Apple Store. Bahkan, ada iklan game dewasa yang tiba-tiba muncul saat Anda terhubung dengan Internet, seperti yang dialami oleh  Zahra (10 tahun). Akan bahaya akibatnya jika anak sampai mengklik game tersebut tanpa sepengetahuan orang tua.

  • Batasi waktu

Batasi waktu bermain anak dengan gadget-nya. Untuk anak usia empat hingga lima tahun, sebaiknya tidak lebih dari setengah jam dan untuk anak usia enam hingga tujuh tahun, tidak lebih dari sejam. Terlalu lama berhadapan dengan layar gadget dapat mengakibatkan kerusakan pada mata anak. Sebagai orang tua, tentu Anda tidak menginginkan anak Anda terlalu cepat menggunakan kaca mata, bukan? Jika perlu, terapkan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit setelah bermain, alihkan pandangan ke tempat lain selama 20 detik pada jarak 20 kaki.

  • Konten yang sesuai

Perhatikan aplikasi yang sesuai dengan umur anak. Untuk pengguna iPad dan Android kini tersrdia beberapa game edukasi yang bersifat interaktif untuk melatih daya ingat, berpikir, seperti puzzle, menggambar, mewarnai, dan lain sebagainya. Namun tetap dampingi anak dalam memilih game yang dia sukai.

  • Menunjang kurikulum

Untuk anak usia sekolah, usahakan penggunaan smartphone atau tablet yang menunjang kegiatan belajar. Dengan aplikasi yang menunjang kurikulum pelajaran, anak dapat lebih bereksplorasi mengenai tata surya, lingkungan alam, dan aplikasi lainnya yang tidak ada di buku sekolah.

Selain mendapingi anak, ada baiknya orang tua juga harus memberi contoh bagi anak dengan selalu memberikan waktu bermain yang berkualitas dengan anak dan membatasi penggunaan smartphone atau tablet di depan anak. Dunia nyata adalah tempat terbaik untuk belajar membangun kemampuan kognitif, sosial, dan kemapuan berbicara anak. Ajarkan anak dalam memanfaatkan gadget dengan baik, salah satunya memanfaatkan kamera pada gadget untuk memotret serangga. Setelah itu, orang tua dan anak dapat melakukan pencarian informasi detail bersama-sama mengenai serangga tersebut. Jangan lupa, ada baiknya tetap memperkenalkan anak dengan kegiatan membaca buku atau bereksplorasi dengan dunia luar. (NH)

Sumber

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ARY GUNAWAN

Guru IPA | S1 Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta 2013 | Ikatan Guru Indonesia (IGI) DIY
Daftar Artikel Terkait :  3
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0