Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Lima Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
Lima Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
0 Komentar | Dibaca 1037 kali

Banyak orang belum mengerti perbedaan bank syariah dan bank konvensional. Ini tidak mengherankan. Sebab banyak orang sulit memahami beberapa istilah baru yang digunakan oleh bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional.

Perbedaan bank syariah dengan bank konvensional terletak pada “istilah” yang digunakan dan “prinsip dasar layanan”. Di dua hal inilah sering membuat orang kebingungan. Untuk membantu Anda lebih mengerti perbedaan kedua jenis bank tersebut, berikut adalah lima hal yang perlu Anda mengerti dan perhatikan tentang bank syariah:

1. Akad

Semua transaksi atau akad yang dilakukan di bank syariah harus sesuai dengan prinsip Syariah Islam, berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist dan telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Akad atau transaksi di bank syariah yang banyak digunakan, antara lain, akad al-mudharabah (bagi hasil), al-musyarakah (perkongsian), al-musaqat (kerja sama tani), al-ba’i (bagi hasil), al-ijarah (sewa-menyewa), dan al-wakalah (keagenan).

Untuk bank konvensional, surat penjanjian dibuat berdasarkan hukum positif yang sedang berlaku di Indonesia.

2. Keuntungan

Bank syariah mengunakan pendekatan bagi hasil (al-mudharabah) untuk mendapatkan keuntungan, sementara bank konvensional justru mengunakan konsep biaya untuk menghitung keuntungan.

Pada bank konvensional, “bunga” yang diberikan kepada nasabah  sebenarnya berasal dari keuntungan bank meminjamkan dana kepada nasabah lain dengan “bunga” yang lebih besar.

 

3. Pengelolaan Dana

Bank

Bank syariah akan menolak untuk menyalurkan kredit yang diinvestasikan pada kegiatan bisnis yang melanggar hukum