Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Sirkulasi Siklonik Picu Cuaca Buruk di Indonesia
Sirkulasi Siklonik Picu Cuaca Buruk di Indonesia
0 Komentar | Dibaca 215 kali

Sirkulasi siklonik atau pusaran angin terbentuk di sejumlah perairan sekitar Indonesia. Salah satu sirkulasi siklonik tersebut, yang terbentuk di Laut Arafura, telah menjadi siklon tropis Blanche dan bergerak ke arah Australia.

Sirkulasi siklonik merupakan pusaran angin yang memicu massa udara atau uap air sebagai faktor utama pembentuk awan akan bergerak ke arahnya. Hal ini menyebabkan daerah yang berada di sekitar sirkulasi tersebut memiliki potensi pertumbuhan awan signifikan sehingga perlu diwaspadai menimbulkan hujan lebat dan cuaca ekstrem.

Menurut Kepala Bidang Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko, di Jakarta, Minggu (5/3/2017), sirkulasi siklonik saat ini terjadi di pesisir barat Aceh, di pesisir Bengkulu, dan di Samudra Pasifik utara Papua Barat. Daerah konvergensi terdapat di wilayah barat laut Jawa, Kepulauan Sula. Adapun belokan angin terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, Jabodetabek, Laut Jawa, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus S Swarinoto memperingatkan tentang terbentuknya bibit siklon tropis di Laut Arafura bagian utara, tepatnya di koordinat 7,9 derajat Lintang Selatan dan 132,8 derajat Bujur Timur, sekitar 1.220 kilometer sebelah timur laut dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat lalu. Fenomena ini diperkirakan akan memicu angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

”Saat ini bibit siklon yang terbentuk di Laut Arafura telah menjadi siklon tropis Blanche dan bergerak ke Australia,” kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ramlan. Bibit siklon ini terbentuk menjadi siklon Blanche saat berada di perairan sebelah utara Pulau Tiwi,