Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Wah! Ada Air Susu Ibu (ASI) Dijual dari Negara Ini
Wah! Ada Air Susu Ibu (ASI) Dijual dari Negara Ini
0 Komentar | Dibaca 496 kali

Kamboja secara resmi melarang penjualan dan ekspor air susu ibu (ASI) dari perempuan-perempuan yang sedang menyusui di negara itu ke Amerika Serikat (AS). Perintah pelarangan ekspor ASI ini dikeluarkan pemerintah Kamboja pada Selasa (28/3).

Selama ini Ambrosia Labs yang berbasis di Utah, AS, diketahui mengekspor susu dari lebih dari 90 perempuan Kamboja selama lebih dari dua tahun. ASI tersebut diperoleh dari perempuan-perempuan miskin Kamboja di ibu kota Phnom Penh dan kemudian dikirim ke AS, tempat susu-susu tersebut dipasteurisasi dan dijual seharga 20 dolar AS per kemasan.

Pelanggan perusahaan itu adalah para ibu di AS yang tidak bisa menghasilkan susu dalam jumlah yang cukup untuk bayi mereka.

Pada Selasa (28/3), kabinet Kamboja memerintahkan Kementerian Kesehatan untuk bertindak segera untuk mencegah pembelian dan pengeksporan ASI dari para ibu di Kamboja. Menteri Negara Ngor Hong Ly mengatakan pembelian dan ekspor ASI harus segera dihentikan.

“Meski Kamboja miskin dan (hidup) susah, tidak pada tingkat sampai harus menjual susu dari para ibu,” ujar Ngor Hong Ly seperti dikutip Reuters.

UNICEF menyambut larangan itu, mengatakan perdagangan semacam itu eksploitatif dan bahwa kelebihan ASI harus tetap berada di Kamboja, tempat banyak anak kekurangan nutrisi. UNICEF mencatat pemberian ASI eksklusif untuk bayi baru lahir selama enam bulan di Kamboja turun dari 75 persen pada 2010 menjadi 65 persen pada 2014.

Ambrosia Labs – yang dikenal di Kamboja sebagai Khun Meada, yang berarti “Terima kasih Ibu”, telah mengekspor air susu ibu dari lebih dari 90 perempuan Kamboja selama lebih dari dua tahun terakhir.

Pembelian dan ekspor air susu ibu harus dihentikan segera, kata Ngor Hong Ly, seorang pejabat Dewan Menteri, dalam sebuah perintah Selasa (28/3). “Meskipun kehidupan miskin dan sulit di Kamboja, itu bukan pada tingkat di mana kami menjual air susu ibu,” tulis Ngor Hong Ly.

Adapun perusahaan yang melakukan penjualan adalah Ambrosia Labs yang bisa dikunjungi lewat website mereka di https://ambrosiamilk.com/. Ambrosia tidak menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar. Pada halaman Facebook-nya, perusahaan itu mengatakan menempatkan keselamatan dan kesejahteraan donor dan pelanggan di atas segalanya.

“Kami bekerja keras untuk mengatur, dan mengawasi, memiliki pedoman untuk memastikan bahwa kami tidak mengambil susu dari mulut bayi,” tambahnya.

Di lamannya perusahaan itu mengatakan bahwa perusahaan tidak akan menerima sumbangan dari ibu dengan bayi yang lebih muda dari enam bulan, dan bahwa donor harus memompa susu tidak lebih dari dua kali sehari.

Jumlah ibu yang menyusui bayi baru lahir selama enam bulan pertama di Kamboja turun menjadi 65 persen pada tahun 2014 dari 75 persen pada 2010, menurut UNICEF.

“Air susu ibu dapat dianggap sebagai jaringan manusia, sama seperti darah, dan, dengan demikian, komersialisasi di Kamboja harus tidak didukung,” kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Sumber :
http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/17/03/29/onk9a7383-kamboja-larang-ekspor-asi-ke-amerika-serikat
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/17/03/28/onjapx330-negara-ini-hentikan-ekspor-asi-ke-as

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ANDI ALAMSYAH

SEORANG YANG LEMAH YANG MENGARAP AMPUNAN DAN RIDHO DARI TUHANNYA. TINGGAL DI JAKARTA SELATAN, BEKERJA DI JA ...
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0