Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / Yang Menghidupkan Hidup
Yang Menghidupkan Hidup
0 Komentar | Dibaca 186 kali

Oleh: Hasanudin AbdurakhmanAda anak orang kaya. Mereka dari kecil sudah kaya. Sampai besar dan dewasa, mereka tetap kaya. Bahkan tambah kaya. Lalu kita lihat diri kita. Kita tidak kaya sejak kecil. Hidup begini-begini saja, tidak ada perubahan. Kita ditakdirkan untuk hidup seperti ini.

Hidup sepertinya diikat oleh takdir. Kita bukan pengendali hidup kita. Hidup kita ditentukan oleh banyak faktor. Di keluarga mana kita lahir. Siapa saja yang ada di sekitar kita. Dengan siapa saja kita bertemu dan bergaul. Kebetulan apa saja yang pernah kita dapatkan dan menguntungkan kita. Pendek kata, kita ini makhluk tak berdaya dalam lautan takdir.

Benarkah?

Sebenarnya kita perlu melihat hidup dengan lebih lengkap. Ada anak orang kaya, dan tetap kaya, bahkan jadi lebih kaya. Tapi ada banyak juga anak orang kaya yang jatuh miskin semiskin-miskinnya.

Saya pernah menyaksikan sendiri, anak orang kaya, yang harta orang tuanya saya kira tak akan habis untuk beberapa keturunan. Tapi akhirnya saya menyaksikan anak tadi meninggal sebagai orang miskin.

Sebaliknya, ada begitu banyak anak orang miskin yang kemudian menjadi kaya raya. Atau, tadinya anak orang biasa, yang berubah jadi kaya raya.

Mari kita ambil contoh yang sangat terkenal, Bill Gates. Siapa dia? Dia bukan anak orang miskin. Bapaknya pengacara. Tapi orang tuanya bukan orang yang masuk dalam daftar orang terkaya dunia. Bill Gates sendiri yang memasukkan dirinya ke daftar itu.

Sebenarnya ini bukan sekadar soal kaya miskin. Kita sebenarnya tak perlu peduli soal kekayaan Bill Gates, karena juga tak mempengaruhi hidup kita.

Tapi siapa dari kita yang tak pernah bersentuhan dengan produk Microsoft, perusahaan yang didirikan Bill Gates? Ada milyaran penduduk dunia pernah memakainya.

Apa yang membuat Bill Gates menjadi seperti itu? Ada keluarga yang mendidiknya. Ada pula guru-guru dia, teman-teman dia, lingkungannya.

Tapi kenapa hanya Bill Gates yang jadi seperti itu, tidak semua orang di lingkungan itu? Karena faktor terbesar dari sukses Bill Gates, ada di tangannya sediri.

Sama halnya, anak-anak orang kaya yang saya sebut di awal tulisan ini, juga demikian. Yang bisa bertahan tetap kaya, atau menjadi lebih kaya, adalah yang melakukan sesuatu. Yang salah dalam menjalankan hidup, akan terjerembab.

Ya, demikian pula dengan saya dan Anda. Sukses atau terjerembab, ditentukan oleh tangan kita sendiri. Saya tahu, akan banyak orang yang mencoba membantah ini. Banyak orang perc