Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / 3 Masjid Bersejarah Medan
3 Masjid Bersejarah Medan
0 Komentar | Dibaca 248 kali

Ada banyak catatan tengan sejarah dan perkembangan Islam masuk di wilayah Sumatra Utara. Catatan Marcopolo, petualang dari Italia, menyebutkan, selama persinggahannya di Aceh bagian utara pada 1292, ia telah mendapati sejumlah penduduk yang memeluk Islam.

Sebelum kedatangan risalah ini yang dibawa oleh pedagang dan sejumlah dai dari Arab, masyarakat sebagian besarnya memeluk Hindu. Bukti lain jejak Islam di bumi Sumatra Utara adalah berdirinya masjid sebagai pusat pergerakan dan tempat ibadah umat Islam

Abdul Baqir Zein, dalam karyanya yang berjudul Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia menjelaskan, masjid-masjid bersejarah yang penting diketahui khalayak, di antaranya sebagai berikut:

Masjid Raya Al-Mashun Medan

Masjid Raya Al-Mashun merupakan masjid negara pada masa kejayaan Kesultanan Melayu Deli, yang pada saat ini masuk dalam wilayah Provinsi Sumatra Utara.

Pembangunan masjid ini dimulai pada 1906 dan selesai pada 1909. Secara keseluruhan, biaya pembangunan masjid ditanggung sendiri oleh Sultan Mamun al-Rasyid Perkasa Alamsjah IX yang menjadi sultan ketika itu.

Untuk membangun masjid yang indah dan megah itu, sultan terpaksa menggunakan arsitek dari Belanda, yaitu J.A Tingdeman. Lantai masjid ini terbuat dari marmer Italia dan lampu kristal gantung yang langsung didatangkan dari Prancis.

Saat ini, selain menjadi tempat ibadah kaum Muslim, masjid juga menjadi objek wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanengara.

Masjid Raya Labuhan Medan

https://panahmerah.files.wordpress.com/2015/07/arm08368.jpg

https://panahmerah.files.wordpress.com/2015/07/arm08368.jpg

Masjid ini didirikan pada 1824 oleh sultan Deli yang bernama Sultan Mahmud. Semula hanya berukuran 16 m x 16 m dan hampir semuanya terbuat dari kayu. Setelah 60 tahun kemudian atau pada 1884, masjid ini dipugar sekaligus dibangun secara permanen.

Ukurannya pun diperluas sehingga menjadi 26 m x 26 m dan dapat menampung 1.000 orang jamaah. Hal yang cukup unik, kubahn