Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Direktorat GTK Harus Segera Perbaiki Tata Kelola Data Guru Madrasah
Direktorat GTK Harus Segera Perbaiki Tata Kelola Data Guru Madrasah
0 Komentar | Dibaca 2344 kali

Ditjen Pendidikan Islam saat ini memiliki direktorat baru yang khusus menangani guru dan tenaga kependidikan madrasah. Satker baru itu diberi nama Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin meminta terbentuknya Dit GTK harus dikuti dengan proses perbaikan tata kelola data guru madrasah. Menurutnya, data yang valid sangat dibutuhkan dalam menyusun kebijakan pengembangan pendidikan madrasah ke depan, khususnya yang terkait dengan guru dan tenaga kependidikan.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah optimalisasi fungsi SIMPATIKA. “Kualitas pengelolaan data GTK Madrasah melalui SIMPATIKA harus dapat ditingkatkan lebih baik lagi sehingga data yang disajikan bisa menjadi akurat dan sempurna,” pesan Kamaruddin Amin dalam Forum Group Discussion Program Sistem Informasi GTK Madrasah yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (08/05).

Kamarudin berharap, ke depan SIMPATIKA menjadi satu-satunya instrumen verifikasi dan validasi data guru dan tenaga kependidikan, terutama yang terkait dengan beban kerja guru sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal senada disampaikan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Ishom Yusqi. Menurutnya, tata kelola data GTK madrasah melalui SIMPATIKA perlu ditingkatkan. “Supaya lebih optimal, implementasi SIMPATIKA dapat dibuatkan payung hukum berupa Keputusan Menteri Agama, tentunya dengan melakukan sinergi dan integrasi khususnya dengan EMIS,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M. Nur Kholis mengingatkan agar segala kebijakan terkait GTK Madrasah dapat diselaraskan dengan kebijakan yang ditetapkan Kemendikbud selaku instansi induk dalam pembinaan guru dan tenaga kependidikan nasional. Lebih dari itu, kebijakan yang ditetapkan Kementerian Agama juga harus mengutamakan kepentingan masyarakat dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan yang ada di madrasah.

Inspektur Investigasi Rojikin dan Inspektur Wilayah 2 Maman S. yang ikut dalam FGD tersebut juga sependapat. Keduanya berkomtimen untuk menjadi partner dalam pelaksanaan tugas pengawasan terhadap program gu