Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Cara untuk mengatasi jerawat batu yang meradang
Cara untuk mengatasi jerawat batu yang meradang
0 Komentar | Dibaca 506 kali

Apa yang harus Anda atau anak Anda lakukan ketika kita memiliki jerawat batu yang meradang? Dan adakah cara dan tips untuk merawat peradangan pada jerawat batu yang sering terjadi pada anak remaja ini? Mari kita simak saran dari ahli medis berikut ini.

Kondisi jerawat yang sangat menjengkelkan karena tampilannya di sekelilingnya yang merah, nyeri yang sangat bila dipegang, dan membuat kulit menjadi gatal adalah peradangan pada jerawat batu. Mengapa begitu? Karena sudah lah kita tersiksa akibat jerawat nodul kistik, dan masalah berlanjut menjadi lebih kompleks karena terjadi infeksi serta peradangan dari dalam tubuh. Baca jerawat batu.

Bahkan untuk mengobati jerawat batu saja membutuhkan perawatan yang cukup lama, Sehingga harus dihindari potensi untuk terjadinya peradangan dari dalam tubuh, supaya masalah tidak lebih rumit.

Bagi orang tua yang mempunyai remaja berusia 13-17 tahun, sebaiknya harus lebih waspada terhadap kondisi kulit anaknya. Karena walaupun pada umumnya terjadi pada anak remaja laki-laki, namun anak perempuan pun (walaupun kasusnya lebih jarang) bisa memiliki jerawat batu terutama yang memiliki jenis kulit yang sangat berminyak.

Dan tidak menutup kemungkinan juga jerawat tersebut dimiliki oleh orang dewasa di atas usia 13-17 tahun.

Sebelum kita mengatasi jerawat batu, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah meredakan peradangan.

Menurut pendapat ahli dermatologis serta jurnal medis, disebutkan bahwa yang menyebabkan jerawat meradang adalah ketika sistem kekebalan tubuh menurun sehingga mudah mengalami infeksi. Sistem kekebalan tubuh tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya kondisi psikilogis yang sedang menurun sehingga meningkatkan produksi histamin.

Jumlah produksi histamin ini kemudian berdampak kepada terjadinya infeksi dan iritasi. Sehingga peradangan pada jerawat bukan lah diakibatkan oleh bakteri jerawat (propionibacterium). Tapi apabila propionibacterium ikut terlibat maka akan mengakibatkan pelebaran dari peradangan, dan jerawat meradang semakin banyak. Sehingga penyebab peradangan perlu terlebih dahulu ditelusuri, setelah itu gunakan anti jerawat dengan benar.

Selain kondisi psikis, sistem kekebalan tubuh juga akan terganggu apabila ada reaksi dari beberapa makanan mengundang peradangan.
Diantaranya ada 11 jenis makanan yang mengakibatkan peradangan, sehingga Anda harus menjauhkan ini dari anak-anak yang sedang mempunyai jerawat batu.
Yaitu :
1. Gula. Jenis makanan yang mengandung gula adalah Soda, snack bar, permen panggang, permen, dan minuman kopi. Berdasarkan sebuah ulasan di Journal of Endocrinology, ketika kita makan yang terlalu banyak gula, maka kelebihan glukosa yang tidak dapat diproses oleh tubuh dapat meningkatkan tingkat potensi peradangan yang disebut sitokin. Gula juga menekan efektivitas sel darah putih, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh kita dan membuat lebih rentan terhadap infeksi.

2. Minyak sayur. Yang terkandung di dalam mayones, biskuit, roti, keripik kentang, mie instan dan lain-lain. Minyak nabati memiliki konsentrasi tinggi dari lemak inflamasi, omega-6, namun memiliki rendah lemak anti-inflamasi omega-3.

3. Gorengan. Makanan goreng seperti kentang goreng, ayam goreng, stik ikan, tender ayam, onion ring. Makanan yang digoreng dengan minyak sayur dan olahan adalah produk yang mengandung produk akhir glycation lanjutan tingkat lanjut (AGE), senyawa yang terbentuk saat produk dimasak pada suhu tinggi, dipasteurisasi, dikeringkan, diasapi, digoreng, atau dipanggang.

4. Makanan olahan dari susu. Misalnya susu, keju lunak, yogurt, mentega. Susu adalah alergen yang umum, dengan sekitar 1 dari 4 orang dewasa mengalami kesulitan dalam mencerna susu, apakah itu intoleransi laktosa atau kepekaan terhadap protein kaseinnya. Dan semua jenis alergen dapat memicu reaksi inflamasi melalui pelepasan histamines. Walaupun minum yoghurt dapat membantu mengurangi peradangan dengan probiotik penyembuhan usus, susu juga merupakan sumber peradangan yang mendorong lemak jenuh.

5. Lemak jenuh. Misalnya pizza, burger, permen, dan keripik. Lemak jenuh yang memicu peradangan jaringan lemak. Makanan tersebut dapat menyebabkan peradangan sistemik.

6. Daging dari hewan yang telah disuntik antibiotik. Memang membuat hewan menjadi tahan penyakit. Namun akibatnya juga berat tubuhnya akan bertambah sehingga meningkatkan lemak jenuh peradangan. Lebih buruk lagi, ketika kita memanggang daging pada suhu tinggi, karena akan menciptakan karsinogen peradangan.

7. Alkohol.

8. Pemanis buatan. Produk yang berlabel tanpa gula, dan minuman ringan “Diet” tanpa kalori. Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan di Nature menemukan bahwa konsumsi pemanis buatan pada tikus dan manusia akan menambah risiko intoleransi glukosa dengan mengubah mikrobiom usus kita. Bila tubuh kita tidak dapat mengolah glukosa dengan baik, maka akan mengakibatkan sekresi sitokin peradangan yang lebih besar.

9. Makanan bermargarine.

10. Makanan cepat saji. Kita tidak sadar dengan kandungan makanan cepat saji yang merupakan golongan endokrin yang bisa mengganggu toksin kimiawi.

11. Makanan yang mengandung bahan pengawet.

Jadi jauhkan lah anak-anak kita dari jenis makanan tersebut. Dan mulai lah menerapkan pola hidup sehat kepada anak-anak kita agar menurunkan tingkat peradangan. Hal yang bisa dilakukan adalah :
1. Hindarkan anak dari stres. Walaupun potensi stres di kalangan remaja akan selalu ada, namun kita bisa meredakannya dengan mengajak anak kita rileks atau mengajaknya berekreasi. Misalkan ketika menghadapi ujian sekolah, dan problematika pergaulan, kita bisa memberikan perhatian dan bimbingan lebih kepada mereka.
2. Rawatlah kulit anak kita sebaik mungkin. Cuci dan bersihkan kulit 2x sehari. Gunakan sabun yang lembut, tidak mengandung detergen, dan bebas parfum. jangan mencuci muka secara berlebihan dan memakai sabun lebih dari 3 kali dalam sehari.
3. Gatalnya tangan untuk memencet atau memegang jerawat batu harus dihindari. Bila dipaksa keluar akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa.dan mengakibatkan peradangan semakin luas.
4. Konsumsilah jenis makanan sebagai berikut yang bisa menjinakkan peradangan pada jerawat :

• Ikan yang sumber asam lemak omega-3 sebagai agen anti peradangan.
• Buah-buahan seperti ceri, pepaya, atau buah berry (strawberry, raspberry dan berry lainnya).
• Telur.
• Sayuran berwarna hijau tua misalnya brokoli.
• Pakai minyak kelapa murni atau minyak zaitun untuk memasak
• Banyak minum.
• Minum teh putih.

5. Bila peradangan sangat hebat sehingga membuatnya terasa panas, Anda bisa melakukan kompres. Tempelkan es batu pada bagian yang bermasalah selama 1 menit. Tidak boleh lebih lama karena bila ada kontak dengan benda bertemperatur yang terlalu dingin dengan durasi lebih lama akan mengakibatkan kerusakan jaringan kulit.
Selain akan mengakibatkan pelebaran peradangan, memencet jerawat batu akan mengakibatkan bekas jerawat berupa cacat jaringan parut. Kalau sudah terlanjur berlubang maka masalah akan semakin rumit. Karena menghilangkan bekas jerawat berupa jaringan parut sangat sulit.

Untuk lebih jelas dan lengkap bisa membaca :

  1. Cara menghilangkan bekas jerawat,
Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....
Tags :  

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Andriko

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0