Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / ‘GURU’ YANG GURU
‘GURU’ YANG GURU
0 Komentar | Dibaca 152 kali

‘GURU’ yang GURU

Oleh : Asyuni Keledar, A. Ma. Pd*

 

Pengaburan terminologi Guru oleh ‘Guru’

SEMIFINALIS OSK 2013

SEMIFINALIS OSK 2013

Elok rupanya mendengar seseorang memanggil kita dengan panggilan ‘Ibu Guru!’ atau ‘Bapak Guru!’.  Betapa tidak, kata mulia ini (Guru) bila disematkan kepada seseorang, akan membentuk image tentang sosok yang kesehariannya menata maindset generasi masa depan bangsa melalui kegiatan mengajar, mendidik dan melatih. Kata  ini sangat tertancap sangat dalam di lubuk hati dan benak setiap anak didik. Penghormatan mereka terhadap sosok yang disebut Guru ini sangat tinggi. Bahkan melebihi penghormatan terhadap orang tua mereka.

Ada cerita menarik yang pernah penulis dapatkan. Saat itu ada orang tua yang menceritakan bahwa anaknya yang duduk di kelas 5 itu berani membantahnya hanya karena orang tua tersebut mengajarkan rumus matematika yang oleh sang anak dianggapnya berbeda dengan yang diterangkan Gurunya di sekolah. Padahal (kata Ibunya), hasilnya sama saja, hanya caranya yang berbeda dengan yang ia dapatkan dari Gurunya di sekolah. Namun apa yang terjadi? Anak itu mati-matian mempertahankan pendapatnya berdasarkan yang ia dapatkan dari Gurunya di sekolah. Singkat cerita, drama perdebatan antara Ibu dan anak  ini berakhir dengan keputusan sang Ibu untuk mengalah, agar belajarnya bisa dilanjutkan lagi. Cerita singkat ini memberikan gambaran yang sangat nyata bahwa inilah seorang Guru di mata anak didiknya. Apapun yang dibicarakan atau diperbuat, akan menjadi petuah dan ditiru oleh anak didiknya meskipun harus menantang orang tuanya sendiri.

Guru di mata anak didiknya laksana bayangan seseorang di dalam cermin, yang selalu mengikuti gerakan apa pun yang dilakukan oleh orang yang berdiri di depannya. Guru bukanlah profesi lain yang bila ia kencing berdiri tidak ada  yang ikut-ikutan kencing berdiri. Karena memang tidak ada yan