Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Reumatik Penyakit Yang Menjengkelkan
Reumatik Penyakit Yang Menjengkelkan
0 Komentar | Dibaca 53 kali

Reumatik Penyakit Yang Menjengkelkan. Penyakit rematik lebih tepat dinamakan penyakit yang menjengkelkan daripada penyakit yang mematikan. Pasalnya, penyakit ini memang jarang menimbulkan kematian, tetapi jika sudah menyerang, seseorang akan dibuat jengkel dan kelimpungan. Hal ini tak lain karena penyakit ini bersifat sering kambuh dan datang mendadak saat seseorang sedang beraktivitas. Belum lagi, jika muncul tonjolan di bagian tubuh tertentu atau mengalami komplikasi dengan penyakit lainnya, kejengkelan akan semakin menjadi karena tubuh serasa tidak sempurna.

Harus dipahami, penyakit ini bukan merupakan akibat mandi pada malam hari, akibat cuaca dingin, atau karena ruangan ber-AC. Fakta telah membuktikan bahwa penduduk subtropis yang berhawa dingin dan banyak orang bekerja di ruang ber-AC tidak semuanya terkena rematik, bahkan es sering digunakan untuk terapi pengobatan rematik. Penyakit rematik juga tidak diturunkan, karena anak penderita rematik tidak semuanya terkena rematik, meskipun memang diakui ada penyakit nodus herberden (benjolan atau nodus-nodus kecil dan keras akibat penulangan rawan sendi, biasanya timbul di jari-jari tangan) yang dipengaruhi oleh gen tertentu.

Baca juga: Perbedaan Penyakit Rematik dan asam urat

Selain hal tersebut, beberapa kecenderungan berikut perlu juga dipahami.

  • Hanya rematik gout (asam urat) yang disebabkan oleh makanan.
  • Bukan hanya kalangan usia lanjut yang bisa terserang penyakit rematik, tetapi semua kalangan umur tanpa membedakan jenis kelamin bisa terserang.
  • Rematik tidak hanya menyerang sendi dan tulang, tetapi juga bagian tubuh lainnya.
  • Rematik bisa dicegah dengan berbagai cara, seperti mengkonsumsi buah untuk penderita rematik dan pola makan yang baik serta teratur, serta menghindari stres.

Definisi dan Gejala Rematik

Apakah sebenarnya rematik itu? Karena artikel merupakan kelanjutan dari bahasan Tanaman Obat untuk Mengatasi Rematik dan Asam Urat, penjelasan tentang hal ini tidak akan penulis beberkan secara panjang lebar. Rematik sering disebut dengan rheumatismos, rheumatism, reumatik, atau rematik, yang secara sederhana bisa diartikan sebagai kondisi kerusakan sendi akibat tidak lancarnya proses perbaikan secara terus-menerus dalam sendi tersebut. Keadaan tersebut akan semakin parah dengan hadirnya cairan yang dianggap jahat (mukus) yang mengalir dari otak sendi dan struktur lain di dalam tubuh. Karenanya, para ahli kedokteran memasukkan penyakit ini dalam kelompok penyakit pada sendi atau reumatologi. Dalam istilah kedokteran ini pula, penyakit rematik lebih sering disebut dengan keadaan yang selalu disertai rasa nyeri dan kaku pada sistem tulang otot (muskuloskeletal) dan terjadinya penyakit pada jaringan ikat (connective tissue). Bisa juga dikatakan sebagai penyakit yang menyerang sendi, otot, dan jaringan tubuh.

Gejala penyakit rematik ini tidak hanya satu macam, tetapi bisa bermacam-macam. Dari nyeri sendi akibat mekanis, inflamasi, atau peradangan; kaku pada sendi akibat desakan suatu cairan di sekitar jaringan tubuh yang sedang mengalami peradangan; bengkak pada sendi yang sering ditandai dengan memerahnya kulit; gangguan fungsi sendi akibat sendi yang meradang; sendi tidak stabil karena trauma atau radang di bagian ligamen atau kapsul sendi; sendi berbunyi saat digerakkan; hingga pengecilan otot atau atrofi yang pada akhirnya bisa menyebabkan fungsi sendi terganggu.

Gejala rematik lainnya yang sering ditemui, yakni timbulnya tofi atau benjolan kecil di jaringan bawah kulit; perubahan fisik di bagian jari dan kuku; kelainan di bagian selaput lendir; fungsi penglihatan yang terganggu; berat badan menurun disertai rasa lelah, lesu, dan susah tidur; serta aktivitas seksual suami-istri yang terganggu.

baca juga :  Tanaman obat untuk rematik dan nyeri sendi

Biasanya, calon penderita mudah menangis, susah buang air besar, murung, dan gerakan tubuhnya menjadi lamban.
Mendiagnosis gejala tersebut secara mendalam bisa dilakukan dengan cara memeriksa dan meneliti fisik orang yang diduga menderita, yakni dengan memeriksa kulit dan kukunya; tulang punggung dan lengkungan-lengkungannya; gerakan setiap persendian; serta bagian siku, punggung tangan, tumit belakang, dan bagian sacrum (tulang duduk) tubuh.

Karenanya, agar lebih pasti, jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah memeriksakan diri anda ke laboratorium. Di tempat ini, biasanya akan dilakukan analisis faktor reumatoid, antibodi antinuklear (ANA), dan asam urat darah. Saat ini, selain dari kepastian laboratorium, kedokteran juga telah menemukan cara analisis baru untuk mendeteksi penyakit rematik, yakni melalui diagnosis radiologik dan cairan sendi dengan alat yang serba canggih. Hal ini juga akan membantu pengobatan rematik secara dini.

Baca :

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

MOH MA'SUM

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  14
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0