Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / 5 Alasan Memecat Penggosip Di Kantor
5 Alasan Memecat Penggosip Di Kantor
0 Komentar | Dibaca 90 kali
Mulyawan @masmulyawan
04 August 2017

Tidak ada orang yang tidak pernah bergosip atau membicarakan orang lain karena memang manusia adalah makhluk sosial.

Gosip tidak bisa serta merta dianggap sebagai suatu hal yang negatif karena membicarakan orang lain adalah hal yang wajar. Selain itu, gosip juga berguna untuk mendapatkan informasi hingga mengetahui apa yang orang lain hadapi atau lakukan sehingga tahu bagaimana untuk bersikap dalam keadaan tertentu.

Namun penggosip yang berlebihan adalah pengaruh yang buruk bagi sebuah perusahaan. Ada tipe dan sifat seseorang yang bergosip untuk menjatuhkan orang lain, misalnya saja berkata tidak benar mengenai sesuatu hingga mengakui pekerjaan orang lain sebagai pekerjaannya.

Jika Anda merasa ada penggosip yang akan merusak perusahaan, lihat lima alasan untuk memecat penggosip di kantor berikut ini:

1. Gosip Tidak Dapat Dipercaya

Tidak mudah untuk mengetahui siapa orang yang bisa dipercaya dan tidak. Namun yang pasti, seorang penggosip tidak dapat dipercaya.

Sifat mereka yang suka membicarakan orang lain menunjukkan bahwa mereka tidak bisa menyimpan rahasia dan dapat dipercaya. Mereka ingin dipandang sebagai seseorang yang lebih baik dan mengetahui segalanya. Keinginan untuk bergosip lebih kuat bagi mereka dibandingkan fokus bekerja dan mematuhi peraturan perusahaan.

Mereka akan terus bergosip dan membicarakan hal-hal tidak benar yang bisa mempengaruhi pekerjaan orang lain dan keputusan atasan demi kepentingan mereka sendiri.

2. Penggosip Bukan Orang Yang Setia

Seorang penggosip adalah mereka yang berpihak pada satu sisi dan bisa jadi bukan sisi Anda atau perusahaan.

Salah satu aspek yang paling merusak dari gosip adalah bahwa informasi dari gosip tersebut cenderung mengubah perasaan, kepercayaan dan kesetiaan karyawan lain pada perusahaan. Penggosip tidak peduli pada fakta yang ada, melainkan mereka hanya menikmati serunya bergosip.

Misalnya, Anda memecat seorang akuntan karena karyawan tersebut menggelapkan uang perusahaan. Penggosip akan langsung menyebarkan berita pemecatan tanpa peduli apa fakta dan alasan di baliknya. Hal ini bisa menyebabkan ketakutan di antara karyawan lain dan menganggap Anda atau HRD adalah pihak yang bisa seenaknya memecat karyawan.

3. Gosip Adalah Dendam

Jika Anda misalnya tidak mengabulkan permintaan seorang karyawan penggosip seperti kenaikan gaji atau penambahan cuti, maka mereka tahu bagaimana cara pintar untuk membalaskan “dendam”. Mereka akan memulai rumor, menyebar