Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / 5 Alasan Memecat Penggosip Di Kantor
5 Alasan Memecat Penggosip Di Kantor
0 Komentar | Dibaca 401 kali
Mulyawan @masmulyawan
04 August 2017

Tidak ada orang yang tidak pernah bergosip atau membicarakan orang lain karena memang manusia adalah makhluk sosial.

Gosip tidak bisa serta merta dianggap sebagai suatu hal yang negatif karena membicarakan orang lain adalah hal yang wajar. Selain itu, gosip juga berguna untuk mendapatkan informasi hingga mengetahui apa yang orang lain hadapi atau lakukan sehingga tahu bagaimana untuk bersikap dalam keadaan tertentu.

Namun penggosip yang berlebihan adalah pengaruh yang buruk bagi sebuah perusahaan. Ada tipe dan sifat seseorang yang bergosip untuk menjatuhkan orang lain, misalnya saja berkata tidak benar mengenai sesuatu hingga mengakui pekerjaan orang lain sebagai pekerjaannya.

Jika Anda merasa ada penggosip yang akan merusak perusahaan, lihat lima alasan untuk memecat penggosip di kantor berikut ini:

1. Gosip Tidak Dapat Dipercaya

Tidak mudah untuk mengetahui siapa orang yang bisa dipercaya dan tidak. Namun yang pasti, seorang penggosip tidak dapat dipercaya.

Sifat mereka yang suka membicarakan orang lain menunjukkan bahwa mereka tidak bisa menyimpan rahasia dan dapat dipercaya. Mereka ingin dipandang sebagai seseorang yang lebih baik dan mengetahui segalanya. Keinginan untuk bergosip lebih kuat bagi mereka dibandingkan fokus bekerja dan mematuhi peraturan perusahaan.

Mereka akan terus bergosip dan membicarakan hal-hal tidak benar yang bisa mempengaruhi pekerjaan orang lain dan keputusan atasan demi kepentingan mereka sendiri.

2. Penggosip Bukan Orang Yang Setia

Seorang penggosip adalah mereka yang berpihak pada satu sisi dan bisa jadi bukan sisi Anda atau perusahaan.

Salah satu aspek yang paling merusak dari gosip adalah bahwa informasi dari gosip tersebut cenderung mengubah perasaan, kepercayaan dan kesetiaan karyawan lain pada perusahaan. Penggosip tidak peduli pada fakta yang ada, melainkan mereka hanya menikmati serunya bergosip.

Misalnya, Anda memecat seorang akuntan karena karyawan tersebut menggelapkan uang perusahaan. Penggosip akan langsung menyebarkan berita pemecatan tanpa peduli apa fakta dan alasan di baliknya. Hal ini bisa menyebabkan ketakutan di antara karyawan lain dan menganggap Anda atau HRD adalah pihak yang bisa seenaknya memecat karyawan.

3. Gosip Adalah Dendam

Jika Anda misalnya tidak mengabulkan permintaan seorang karyawan penggosip seperti kenaikan gaji atau penambahan cuti, maka mereka tahu bagaimana cara pintar untuk membalaskan “dendam”. Mereka akan memulai rumor, menyebarkan gosip atau bahkan membuat fitnah di setiap kesempatan yang ada.

Jika penggosip berhasil menghancurkan karakter Anda, maka mereka juga menciptakan lingkungan yang buruk bagi perusahaan. Karyawan lain yang mendengar gosip tanpa fakta mengenai hal tersebut di atas akan malas untuk bekerja karena mereka berpikir bahwa perusahaan tidak akan memberikan kenaikan gaji.

4. Penggosip Menghancurkan Tim

Tidak hanya mengenai perusahaan, namun penggosip juga akan membicarakan tentang semua orang yang mereka rasa menarik. Mereka bisa menghancurkan tim dan bentuk kerja sama apapun karena para anggota tim menjadi memiliki permasalahan dan ketidakpercayaan antara satu sama lain.

Tanpa adanya kerja sama dan kepercayaan, maka perusahaan Anda gagal memiliki kesatuan tim. Penggosip adalah seorang yang memiliki mental rendah yang suka memfitnah. Tim Anda tak akan berhasil dalam bekerja sama karena ada banyak drama dan kebohongan dari penggosip.

5. Gosip Akan Melukai Orang Baik

Salah satu hal yang paling menyakitkan dari gosip adalah menyerang orang baik dan jujur. Orang yang paling pintar, kreatif, baik dan berharga bagi perusahaan adalah sasaran empuk bagi penggosip. Pada intinya, mereka membenci orang lain yang lebih baik dan lebih disukai daripada mereka dan ingin menyingkirkannya.

Penggosip akan berusaha mencari celah dan kelemahan mereka hingga membuat fitnah. Mereka akan mendekati para atasan untuk berbicara yang tidak benar mengenai karyawan lain yang lebih baik.

Sebagai HRD atau atasan, Anda memang tidak bisa langsung percaya dan terpengaruh dengan informasi palsu yang mereka sampaikan. Namun sayang, lingkungan perusahaan bisa berubah di mana karyawan lain akan percaya terhadap gosip yang disebarkan dan mulai menjauhi atau tidak menghormati karyawan yang digosipkan.

Referensi:

https://hbr.org/2016/10/how-to-steer-clear-of-office-gossip

http://www.karyaone.co.id

http://www.thenextweb.com

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Hilmi Taufiq Mubarok

My hobbies .. Computer PLAYED
Daftar Artikel Terkait :  1

Kategori

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0