Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Keunikan Program Desa Bebas Api yang Digagas APRIL
Keunikan Program Desa Bebas Api yang Digagas APRIL
0 Komentar | Dibaca 67 kali
soleh @solehbanget
25 September 2017

Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Programme (FFVP) ini kembali lagi diriliskan oleh perusahaan PT RAPP (Riau Andalan Pulp & Paper) yang merupakan anak perusahaan APRIL group (Asia Pacific Resources International Holdings Limited) untuk tahun ini. Dan kali ini program tersebut kabarnya akan libatkan sekitar 20 desa di sepanjang sungai kampar, Riau. APRIL akan riliskan kembali program Desa Bebas Api di Pangkalan Kerinci.

Program Desa Bebas Api tersebut adalah kelanjutan dari program percontohan di tahun lalu yang telah berhasil bekerja sama dengan beberapa desa. Direktur APRIL group yakni Tony Wenas menuturkan bahwa program Desa Bebas Api ini merupakan komitmen dari perusahana untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang sering sekali terjadi di hampir setiap tahunnya guna menciptakan desa serta wilayah yang bebas api.

Di tahun ini diharapkan ada semakin banyaknya desa terbebas dari api juga asap. Komitmen perusahaan ini juga ditandai dengan dianggarkannya dana sebesar 1 juta dolar AS untuk tindak pencegahan karlahut. Tony juga melanjutkan bahwa setelah hasil yang menggembirakan dengan beberapa desa di tahun lalu, APRIL group sendiri berharap lebih banyak lagi desa yang merasakan manfaat dari dilangsungkannya program tersebut, sehingga pada akhirnya terciptalah kesadaran masyarakat untuk bisa menjaga lahan dan hutan dengan baik. APRIL sendiri telah meyakini bahwa pencegahan selalu lebih baik dibandingkan harus menanggulangi dan perusahaan juga berharap lebih banyak lagi pihak yang ikut program Desa Bebas Api tersebut, sebab memang terbukti lebih efektif.

Aktifitas Antisipasi Kebakaran pada FFVP oleh APRIL

Pada saat program Desa Bebas Api tersebut sudah memasuki tahun ke-3, di tahun sebelum adanya program tersebut masih ada sekitar seribu hektar lahan dan hutan yang terbakar. Dan ketika ada 4 desa yang ikuti program tersebut hasilnya luas lahan serta hutan yang terbakar berkurang menjadi 600 hektar saja. Sehingga di tahun berikutnya, jumlah desa yang ikuti program Desa Bebas Api ini semakin bertambah yakni menjadi 9 desa. Karlahut pun berkurang menjadi dibawah 50 hektar. Di tahun ini dengan semakin banyaknya desa yang ikuti program tersebut, diharapkan tak akan ada lagi kebakaran atau nol hektar karlahut.

Komando Korem 031 yakni Wira Bima juga sebagai kapala Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau mengatakan bahwa karlahut yang sering sekali terjadi di Riau ini memang harus segera dicegah dengan cara membentuk komunitas – komunitas yang peduli