Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Langkah APRIL Dalam Konservasi dan Restorasi Hutan
Langkah APRIL Dalam Konservasi dan Restorasi Hutan
0 Komentar | Dibaca 90 kali
Tania Bae @berita
11 September 2017

Dewasa ini, kerusakan alam menjadi suatu hal yang semakin sering terjadi. Kebutuhan manusia yang semakin banyak, teknologi yang makin canggih, membuat keseimbangan alam menjadi terabaikan. Banyak orang yang tak segan merusak alam hanya untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal, alam memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Kerusakan alam yang terjadi secara terus menerus tentu akan menyebabkan kerugian bagi manusia sendiri.

Rusaknya alam tentu akan berdampak negatif. Manusia akan kehilangan banyak hal apabila alamnya rusak, mulai dari tempat tinggal hingga sumber pangan. Sayangnya, tak banyak orang yang memahami hal ini. Sebagian besar terbutakan oleh keuntungan sementara yang dapat diperoleh tanpa memikirkan dampaknya dalam jangka panjang. Hal ini mengakibatkan kejadian kerusakan alam semakin bertambah tanpa terkendali.

Berangkat dari problematika ini, APRIL Group milik pengusaha terkenal Indonesia yakni Sukanto Tanoto, meluncurkan sebuah program bernama Restorasi Ekosistem Riau. Program ini merupakan suatu bentuk kolaborasi antara sektor publik yakni pemerintah dan swasta. Lokasi yang dipilih untuk program ini adalah Semenanjung Kampar. Semenanjung Kampar yang terletak di Sumatera merupakan salah satu lahan gambut terluas di daerah Asia Tenggara yang terancam kerusakan. Kegiatan penebangan selama bertahun-tahun yang menyebabkan degradasi, penurunan permukaan air tanah karena kegiatan pertanian, serta pembukaan lahan dengan metode pembakaran menjadi penyebab utama dari rusaknya lahan gambut di Semenanjung Kampar. Padahal, daerah ini kaya akan keanekaragaman hayati dan spesies langka yang terancam punah seperti macan Sumatera dan beruang madu, serta memiliki stok karbon tinggi yang tentu sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Oleh sebab itu, dengan mempertimbangkan nilai ekologis yang sangat tinggi, APRIL Indonesia yang merupakan sub APRIL Asia memutuskan untuk melakukan kegiatan restorasi dan konservasi di daerah ini.

Baca juga: Karir cabang Grup Royal Golden Eagle

Pada tahun 2013, program Restorasi Ekosistem Riau ini diresmikan. Program ini merupakan program jangka panjang yang menerapkan pendekatan bentang alam dengan menggunakan empat komponen utama yaitu melindungi, mengkaji, merestorasi, serta mengelola. Ada sekitar 150.000 hektar lahan gambut yang telah terdegradasi yang menjadi target utama dari program ini. Melalui pendekatan bentang alam, RER melakukan restorasi pada hutan gambut beserta ekosistemnya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dalam menjalankan programnya, tim APRIL juga meminta panduan serta nasihat dari pihak ketiga y