Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / BEST PRACTICE: Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menerapkan MEVI CANtIK taPi lEmOT (Media Video Canva Unik dan Penilaian Kahoot)
BEST PRACTICE: Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menerapkan MEVI CANtIK taPi lEmOT (Media Video Canva Unik dan Penilaian Kahoot)
0 Komentar | Dibaca 123 kali

Lokasi: MAN 2 Tulungagung

Tujuan yang ingin dicapai: Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Sejarah Peminatan dengan Menerapkan Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning) berbatuan Video Pembelajaran Canva dan Kahoot

Penulis : Mega Kusumaningtias, S.Pd

Lokasi MAN 2 Tulungagung
Lingkup Pendidikan Madrasah Aliyah
Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Sejarah Peminatan dengan Menerapkan Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning) berbatuan Video Pembelajaran Canva dan Kahoot
Penulis Mega Kusumaningtias, S.Pd
Tanggal 2 Desember 2022
Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

A.   Latar belakang masalah

Kondisi yang menjadi latar belakang adalah rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hal:

1.   Peserta didik kurang tertarik pada pembelajaran sejarah

2.   Peserta didik belum aktif dalam kegiatan pembelajaran

3.   Peserta didik kurang semangat mengikuti pembelajaran

4.   Peserta didik malu atau kurang percaya diri saat menyampaikan pendapat

5.   Peserta didik kurang fokus/ tidak konsentrasi saat pembelajaran (mengobrol/ bermain HP)

6.   Hasil belajar peserta didik yang rendah

7.   Pembelajaran berpusat pada guru

8.   Pembelajaran kurang menggunakan media pembelajaran yang berbasis teknologi

Tentu kondisi dan latar belakang yang demikian perlu untuk dicarikan sebuah solusi untuk mampu mewujudkan tujuan pembelajaran yang diharapkan.

 

B.   Praktik ini penting untuk dibagikan

Praktik pembelajaran ini perlu untuk dibagikan sebab tentu ada rekan guru yang mengalami permasalahan yang sama dengan masalah yang dialami oleh penulis, sehingga dapat menjadi motivasi diri saya sendiri dan menjadi referensi dan inspirasi bagi guru lain untuk terus berinovasi baik melalui penggunaan model pembelajaran dan media pembelajaran berbasis teknologi serta untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran.

C.   Peran dan tanggung jawab guru dalam praktik ini

1.   Guru menjadi penyusun perencana pembelajaran. Sebelum memulai pembelajaran guru harus menyusun RPP, membuat bahan ajar, menggunakan media dalam pembelajaran, membuat LKPD, serta menyusun instrumen penilaian.

2.   Guru sebagai pelaksana praktik pembelajaran yang mana guru harus bertanggung jawab dalam rangkaian kegiatan praktik pembelajaran di kelas yakni mulai kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

3.   Guru menjadi fasilitator yakni guru diharapkan mampu menjembatani proses pembelajaran, membimbing kegiatan diskusi, presentasi, dan kegiatan lain dalam pembelajaran.

4.   Guru menjadi motivator yakni seorang guru wajib menjadi motivator untuk peserta didik supaya menjadi lebih optimis, semangat mengikuti pembelajaran, bisa berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif yang menjadi unsur kecakapan pembelajaran abad 21. Adanya permainan dalam pembelajaran membuat siswa merasa rileks dan senang. Disinilah peran guru menjadi motivator sangatlah penting, karena dengan adanya semangat, rasa senang, maka peserta didik akan memiliki minat yang besar dalam pembelajarannya.

5.   Guru menjadi evaluator yakni guru harus mampu melihat dan menilai perkembangan kemampuan setiap peserta didik. Bagi peserta didik yang sudah bisa mengikuti dan kemampuan akademiknya di atas KKM maka akan diberikan pengayaan dan sebaliknya bagi peserta didik yang kemampuan akademiknya di bawah KKM, maka guru akan memberikan remidi. Hal tersebut dilakukan supaya setiap kegiatan pembelajaran selalu ada usaha perbaikan/ meningkatkan agar bisa lebih baik lagi.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?

 

A.   Tantangan

1.   Guru harus mampu memilih model dan metode yang tepat serta menarik sehingga mampu memunculkan motivasi peserta didik.

2.   Guru harus mampu memilih dan merancang media pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi (ICT/TPACK) yang tepat dan menarik sehingga membuat peserta didik senang dan mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

3.   Guru harus bisa memvariasi pola interaksi dan memotivasi peserta didik untuk semangat dan lebih percaya diri.

4.   Guru harus mampu memanfaatkan waktu dan mengkondisikan peserta didik secara efisien agar tercapai tujuan pembelajaran.

5.   Guru harus mampu mengkondisikan dan meminimalisir kendala teknis terkait sarana pembelajaran.

B.   Yang terlibat

1.   Peserta didik sebagai pembelajar dan pusat dari aktivitas pembelajaran.

2.   Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

3.   Dosen dan guru pamong yang membimbing dan memberikan arahan serta saran dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

4.   Kepala madrasah yang memberikan ijin  pelaksanaan kegiatan dan penggunaan fasilitas yang dibutuhkan.

5.   Rekan guru sebagai observer kegiatan.

6.   Rekan yang bertindak sebagai kameramen untuk mendokumentasikan kegiatan.

7.   Rekan mahasiswa PPG yang membantu proses sit in dosendan guru pamong melalui aplikasi zoom meeting, memberikan saran dan arahan terkait proses pembelajaran dan editing video pembelajaran.

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah yang harus dilakukan oleh penulis sebagai guru sesuai tantangan yang dihadapi antara lain:

1.   Melakukan pemilihan model dan metode pembelajaran.

a.    Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan model dan metode yakni disesuaikan dengan karakteristik materi dan juga karakteristik peserta didiknya.  Pelaksanaan pembelajaran di kelas XII IPS 3 menggunakan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dengan media video Canva dengan menggunakan metode diskusi dan penugasan.

MEVI CANtIK taPi lEmOT: MEdia VIdeo CANva unIK dan PEnilaian kahoOT”

b.   Proses yang dilakukan pada tahap ini, guru menggunakan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning)  dan media video Canva yang telah dibuat oleh guru. Adapun sintak model pembelajarn PjBl (Project Based Learning)  yang dilaksanakan, yaitu:

1.   Penentuan Proyek membuat produk presentasi berupa video presentasi/ power point.

2.   Perencanaan Langkah-Langkah Penyelesaian Proyek.

3.   Penyusunan jadwal pelaksanaan proyek

4.   Proses Penyelesaian Proyek dengan Fasilitasi dan Monitoring Guru.

Penyelesaian proyek video presentasi/ power point dibuat diluar jam pembelajaran namun tetap dalam bimbingan guru secara daring.

5.   Penyusunan Laporan dan Presentasi/Publikasi Hasil Proyek.

Di sini peserta didik menyelesaikan proyeknya sesuai produk yang telah dipilih oleh kelompok yakni berbetuk video atau powerpoint yang kemudian diputar pada LCD ataupun dipresentasikan di depan kelas serta dipublikasi pada media sosial yang dimiliki.

Di akhir kegiatan inti, selain berhasil menyelesaikan Project dan LKPD, peserta didik melakukan test dengan Kahoot.

Pada saat pelaksanaan pembelajaran, guru juga  mengintegrasikan nilai-nilai PPK dalam model dan metode yang telah dipilih demi mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

c.    Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru, peserta didik, teman sejawat, dosen pembimbing, dan guru pamong

d.   Sumber daya yang diperlukan adalah pemahaman guru terkait model dan metode yang digunakan. Selain itu perlu mempersiapkan alat penunjang seperti: HP, LCD, Leptop, dan jaringan internet.

2.   Melakukan pemilihan media pembelajaran yang menarik yang berbasis ICT ataupun mengintegrasikan TPACK di dalamnya.

a.    Strategi yang dilakukan guru adalah dengan memilih media yang sesuai dengan materi, karakteristik peserta didik, serta sarana dan prasarana yang dimiliki madrasah. Di sini guru menggunakan power point, membuat video pembelajaran dengan canva, dan penilaian berbasis permainan secara digital dengan aplikasi Kahoot.

b.   Proses yang dilakukan guru yakni dimulai dari mempelajari materi yang akan dibuat media. Kemudian guru merancang media yang sudah dipilih dengan menuangkan ide pada menu-menu dan desain yang telah disediakan baik itu dengan power point, aplikasi pembuat video canva, dan juga penilaian Kahoot. Pada proses pembelajaran guru menampilkan video canva hasil buatannya untuk menarik dan menstimulan peserta didik terkait materi, kemudian dalam pembelajaran guru memberikan project peserta didik untuk membuat produk presentasi mengintegrasikan ICT, yakni dengan pembuatan project presentasi berupa video presentasi/ power point terkait materi yang sudah didapatkan. Kemudian di akhir pembelajaran guru juga melakukan penilaian permainan Kahoot. Pembelajaran dengan mengintegrasikan ICT dilakukan agar peserta didik tertarik, menjadi semangat dan termotivasi sehingga hasil belajarnya bisa meningkat.

c.    Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru, peserta didik, teman sejawat, dosen pembimbing, dan guru pamong.

d.   Sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat media pembelajaran antara lain pengetahuan dan pemahaman guru terkait media yang dipilih, dan sarana prasarana penunjang pembuatan media seperi: leptop, HP, jaringan internet, aplikasi pembuatan, dan  media.

3.   Melakukan pembuatan perangkat pembelajaran penunjang lainnya seperti bahan ajar, LKPD, dan juga instrumen penilaian yang sesuai dengan model, metode, serta media yang telah dibuat.

a.    Strategi yang digunakan guru untuk memotivasi peserta didik yakni dengan membuat LKPD yang menarik bagi peserta didik dengan dilengkapi aktivitas berupa soal HOTS ataupun permasalah dan juga project.

b.   Proses yang dilakukan dalam pembuatan perangkat penunjang lainnya seperti LKPD, guru harus berupaya membuat dengan tingkatan HOTS untuk megembangkan jiwa berpikir kritis peserta didik dan membuatnya dengan tampilan semenarik mungkin. Sehingga mampu mebuat peserta didik merasa tertarik, senang, termotivasi dan tertantang untuk menyelesaikan permasalahan/project dalam pembelajaran. LKPD pun diupayakan untuk disusun menarik, tidak hanya disusun dalam word namun juga memunculkan animasi dan warna-warna menarik dengan disusun dalam Canva.

c.    Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru, peserta didik, teman sejawat, dosen pembimbing, dan guru pamong.

d.   Sumber daya yang diperlukan adalah keterampilan guru dalam merancang dan menyusun KBM yang menarik. Tentunya guru juga harus memiliki pemahaman terkait pembuatan LKPD dengan berbantuan aplikasi Canva dan soal HOTS.

4.   Melakukan berbagai pola interaksi dengan peserta didik.

a.    Strategi yang dilakukan guru adalah dengan menjadi fasilitator dan motivator bagi peserta didik dalam proses pembelajaran berlangsung.

b.   Proses yang dilakukan pada kegiatan ini, guru harus mampu menunjukkan kemampuan pedagogiknya yakni dengan mampu mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik sehingga guru mampu memberikan bimbingan, arahan, motivasi dan menjadi fasilitator bagi setiap peserta didik. Guru banyak memberikan pendekatan-pendekatan dan motivasi serta kesempatan pada peserta didik yang terlihat kurang percaya diri saat proses pembelajaran. Dan terus memberikan pendampingan dan pembiasaan kepada peserta didik dengan berbagai variasai pembelajaran yang inovatif sehingga peserta didik terbiasa menjadi pusat pembelajaran.

c.    Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru dan peserta didik.

d.   Sumber daya yang diperlukan adalah keterampilan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan pola interaksi yang baik antara guru dan peserta didik.

5.   Melakukan manajemen waktu dengan mengkondisikan peserta didik secara efisen agar tercapai tujuan pembelajaran.

a.    Strategi yakni guru menyampaikan pada peserta didik waktu pembelajaran yang akan dilaksanakan sesuai rencana pembelajaran yang direncanakan.

b.   Proses yang dilakukan yakni guru harus melakukan manajemen waktu pembelajaran dengan membuat kesepakatan sebelum mulainya proses presentasi atau diskusi yakni berapa menit waktu yang dibutuhkan untuk presentasi atau diskusi; setiap kelompok maksimal berapa pertanyaan; berapa pertanyaan yang akan ditampung untuk setiap kelompok presentasi; berapa kali sanggahan yang boleh dilakukan oleh setiap penanya; dll.

c.    Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru dan peserta didik.

d.   Sumber daya yang diperlukan adalah kemampuan guru menyusun pembelajaran dengan manajemen waktu yang sesuai, dan kemampuan guru untuk mengkondisikan peserta didik secara efisen.

6.   Melakukan persiapan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mengurangi kendala teknis.

a.    Strategi yang dilakukan guru dengan mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan sebelum pembelajaran dimulai.

b.   Proses yang dilakukan yakni guru harus sudah menyiapkan peralatan serta sarana dan prasarana apa yang dibutuhkan untuk pembelajaran. Lalu terkait jaringan internet guru bisa menginformasikan di akhir pembelajaran bila pertemuan berikutnya diharap peserta didik mempersiapkan jaringan internet secara mandiri yang cukup stabil sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Dan bila presentasi, file video/presentasinya dipersiapkan atau dikirim lebih dahulu kepada guru agar saat presentasi dapat lebih mengefesiensi waktu.

c.    Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru, peserta didik, waka sarana dan prasarana.

d.   Sumber daya yang diperlukan adalah sarana prasarana penunjang pembelajaran, seperti: Leptop, HP, media pembelajaran, LCD, Speaker, dan jaringan internet.

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

A.   Dampak dari AKSI

Meningkatnya hasil belajar peserta didik di kelas XII IPS 3 MAN 2 Tulungagung.

B.   Hasilnya

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Setelah pembelajaran dengan model Project Based Learning dengan Media pembelajaran Video dengan Canva dan penilaian permainan Kahoot, dari 30 peserta didik selurunya memenuhi KKM yakni 92,67% total jawaban benar dan 7,33% total jawaban salah.

Dalam kegiatan pembelajaran ini guru juga mampu menumbuhkan nilai PPK seperti sikap religius, percaya diri, mandiri, nasionalisme, dan gotong-royong pada diri peserta didik.

C.   Respon orang lain terkait dengan strategi

Terkait pembelajaran yang dilakukan terdapat beberapa respon, baik dari observer dan tanggapan peserta didik melalui refleksi.

Respon dari observer yakni pembelajaran berjalan sesuai dengan tahapan pada RPP. Pembelajaran terlihat aktif dan hidup saat presentasi dan diskusi bahkan karena terlalu asik hingga melebihi waktu bahkan pertanyaan-pertanyaan HOTS banyak muncul dari proses diskusi. Kemudian respon dari peserta didik yakni:

1.   Ketertarikan, naik dari 82,4% menjadi 93,3% yang memilih tertarik dan sisanya cukup tertarik.

2.   Mengikuti pembelajaran dengan baik, naik dari 73.5% menjadi 90% yang memilih baik dan sisanya cukup baik.

3.   Senang, naik dari 73,5% menjadi 86,7% senang dan sisanya cukup senang.

D.   Faktor Keberhasilan

Faktor yang menjadi keberhasilan pembelajaran ini adalah:

1.   Penguasaan guru terhadap model, metode, dan media pembelajaran yang telah dibuat.

2.   Pengintegrasiaan teknologi (ICT/TPACK) dalam pembelajaran baik dalam media, proses pembuatan project, dan penilaian.

Kedua hal tersebut mampu membuat peserta didik tertarik, senang, termotivasi, dan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik lebih mampu memahami materi pembelajaran dan mendapat hasil belajar yang diharapkan.

E.   Pembelajaran yang dapat diambil

Manfaat yang bisa dipetik oleh guru yakni guru mampu berpikir kreatif dan inovatif dalam menyusun dan mendesain perangkat pembelajaran (RPP, media, bahan ajar, LKPD, dan instrumen penilaian yang sesuai). Selain itu juga guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih dan menerapkan model, metode, dan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi serta mengintegrasikan ICT sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sedangkan bagi peserta didik, dapat mengaktualisasikan dirinya, meningkatkan soft skill, dan menumbuhkan nilai-nilai penguatan karakter pada diri sendiri.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Momon Sudarma

Guru Geografi
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0