Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Desain Pembelajaran Pameran Sejarah HOTS 3D (PRASASTI)
Desain Pembelajaran Pameran Sejarah HOTS 3D (PRASASTI)
0 Komentar | Dibaca 83 kali

e-3

lk-3-1-menyusun-best-practices-1

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

 

Desain Pembelajaran Pameran Sejarah HOTS 3D (PRASASTI)

Mengarahkan Pembelajaran HOTS menggunakan Media interaktif 3D

 

Lokasi MA. Al-Islamy

Jl. Pasar Sedati Kec. Ngoro Kab. Mojokerto Jawa Timur

Lingkup Pendidikan Madrasah Aliyah (MA)
Tujuan yang ingin dicapai Untuk meningkatkan HOTS pada materi masa Demokrasi Terpimpin tema Pembebasan Irian Barat serta perilaku PPK pada peserta didik dengan menggunakan Metode Concept Mapping model PjBL
Penulis Yullianah Enneke, S. Pd
Tanggal 02 Desember 2022
Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

 

Setelah dianalisis berdasarkan hasil wawancara Kepala Madrasah, Guru Sejawat, Pengawas dan Pakar pendidikan serta kajian literatur, masalah Peserta didik mengalami miskonsepsi dalam materi Demokrasi Terpimpin dikarenakan :

1.     Pendidik kurang memberikan pemahaman tentang kosep awal pembelajaran

2.     Pendidik kurang memahami karakter dan kemampuan peserta didik

3.     Media belajar yang kurang inovatif

 

Berdasarkan hasil praktik yang telah diterapkan di kelas, Penerapan Media interaktif 3D memiliki dampak positif :

1.     Penggunaan Media interaktif 3D yang digunakan
sebagai alat bantu efektif dalam memudahkan peserta didik untuk memahami materi dan dapat mengurangi miskonsepsi yang terjadi pada materi.

2.     Peserta didik lebih kreatif dalam mengembangkan
dirinya, kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik, peserta didik lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran pendidik, dan peserta didik juga akan mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.

3.     Media pembelajaran selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Ini menjadi tantangan bagi pendidik untuk selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran. Seorang pendidik diharapkan mampu merancang media pembelajaran yang bisa memberikan pengaruh positif kepada peserta didik.

4.     Pendidik bisa meningkatkan kesadaran terhadap kemampuan peserta didik, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai oleh seluruh peserta didik.

 

Peran dan tanggung jawab Penulis dalam praktik ini:

1.      Membuat RPP, media pembelajaran, Bahan ajar, Lembar kegiatan peserta didik, Lembar penilaian

2.      Melakukan koordinasi dengan peserta didik dan observer untuk jadwal pelaksanaan praktik

3.      Melaksanakan kegiatan praktik pembelajaran sesuai dengan sintaks pembelajaran dan menciptakan suasana pembelajaran yang mengasyikkan

4.      Melakukan evaluasi dan refleksi Praktik pembelajaran

5.      Membuat laporan hasil praktik

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

 

Tantangan untuk mencapai tujuan pembelajaran adalah:

1.     Keterbatasan sarana dan prasarana di madrasah sehingga kurang mendukung pembelajaran inovatif

2.     Peserta didik belum terbiasa dengan model pembelajaran student center

3.     Pendidik membutuhkan banyak referensi sebelum merancang kegiatan pembelajaran yang inovatif dan memilah model, metode dan media yang sesuai untuk karakter peserta didik.

 

Kegiatan praktik melibatkan penulis/Guru mapel, Guru observer, peserta didik.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

 

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan:

1.     Dalam penggunan sarana dan prasarana, teknologi yang terbatas bisa dibantu dengan alat manual yang terdapat di lingkungan sekitar.

2.     Strategi yang digunakan agar peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran :

a.   Melalui Pendekatan pembelajaran HOTS, PPK. Pendekatan HOTS bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik sehingga tingkat miskonsepsi terhadap materi menurun. Sedangkan pendekatan PPK diharapkan dapat membentuk kemandirian belajar peserta didik.

b.   Menerapkan Model pembelajaran Project Based Learning yaitu kegiatan proyek membuat proyek berbasis masalah dan topik tertentu berdasarkan tingkatan HOTS.

c.   Melaksanakan Desain pembelajaran PRASASTI  yaitu langkah-langkah kegiatan menstimulus peserta didik dengan pendekatan PPK agar menciptakan ide peta konsep materi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka kemudian dituangkan dalam bentuk peta konsep 3D.

3.     Untuk menarik minat siswa dan memberikan pemahaman yang sesuai maka pendidik membuat media yang sesuai dengan peserta didik yaitu Multimedia Interaktif(ppt). Pembuatan media ajar dengan menggunakan media canva dengan memasukkan kalimat contoh, video/rekaman, foto/gambar, musik,game dengan tambahan efek efek tertentu sehingga memudahkan peserta didik untuk memahami dan menikmati pembelajaran.

Berikut adalah penerapan strategi dalam Proses pembelajaran

Pendahuluan berisi :

1.     Orientasi menekankan pada pendekatan PPK (Religius, Integritas dan mandiri) yaitu kegiatan berdoa dan memeriksa kehadiran.

2.     Apersepsi menekankan pada pendekatan PPK (Nasionalis dan Integritas) dengan tingkatan HOTS (C4) yaitu kegiatan menghubungkan materi yang akan dipelajari dengan lingkungan sekitar dan kecintaan pada bangsa sendiri

3.     Motivasi menekankan pada pendekatan PPK (Nasionalis) dengan tingkatan HOTS (C2) yaitu memberikan gambaran manfaat dan tujuan pembelajaran sebagai warga negara negara Indonesia

4.     Pemberian Acuan menekankan pada pendekatan PPK (Mandiri) yaitu bertujuan untuk mengarahkan peserta didik agar fokus terhadap tujuan pembelajaran atas kesadaran sendiri

Kegiatan inti berisi :

1.     Tahap 1 Penentuan proyek menekankan pada pendekatan PPK (Mandiri,Gotong Royong) dengan tingkatan HOTS C1 (pemberian stimulus masalah),C4 (menganalisa permasalahan), C6 (penentuan Proyek) yaitu kegiatan pemberian masalah atau kejadian tertentu yang berhubungan dengan pokok materi dengan menggunakan teknologi terkini yaitu Multimedia Interakif.

Kemudian Pembentukan kelompok dalam pengerjaan proyek yang diharapkan akan membentuk rasa gotong royong dan kemandirian.

2.     Tahap 2, Perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek menekankan pada pendekatan PPK (Mandiri,Gotong Royong, Religius) dengan tingkatan HOTS C4 (merancang proyek).

Kegiatan pada tahap ini yaitu peserta didik menyusun langkah langkah pembuatan proyek peta konsep 3D serta pemantapan rangka peta konsep materi. Kegiatan pemantapan rangka peta konsep bertujuan agar peserta didik tidak lagi mengalami miskonsepsi materi serta sesuai dengan tingkat HOTS yang diinginkan pendidik. Sikap peserta didik ketika diskusi diarahkan berdasarkan pendekatan PPK dan dilakukan proses penilaian diskusi.

3.     Tahap 3, Penyusunan Jadwal Pelaksanaan menekankan pada pendekatan PPK (Mandiri) yaitu kegiatan penentuan pelaksanaan pembuatan proyek pada tahap 4 yaitu pertemuan berikutnya dan pembagian tugas dalam kelompok secara mandiri dan bertanggung jawab.

4.     Tahap 4 Penyelesaian projek dengan fasilitas dan monitoring guru menekankan pada pendekatan PPK (Mandiri, Integritas. Gotong Royong, Religius,Nasionalis) dengan tingkatan HOTS C2 (pengumpulan alat dan bahan), C6 (kegiatan pembuatan proyek ). Kegiatan pada tahap ini yaitu penyelesaian proyek sesuai dengan tingkatan HOTS dan peserta didik diarahkan untuk menunjukkan nilai-nilai PPK dalam pelaksanaannya. Pendidik sebagai fasilitator memberikan bantuan alat dan bahan proyek kepada peserta didik. Sedangkan monitoring dilakukan oleh pendidik dari mulai awal kegiatan diskusi hingga tahap 5.

5.     Tahap 5 Publikasi hasil proyek menekankan pada pendekatan PPK (Mandiri, Integritas. Gotong Royong, Religius,Nasionalis) dengan tingkatan HOTS C4 (menganalisa hasil proyek kelompok lain). Pada kegiatan inti akhir, presentasi/publikasi hasil proyek peserta didik tidak melakukan presentasi di depan kelas. Kegiatan publikasi dilakukan dengan cara kegiatan pameran kelas. Hasil proyek PRASASTI dipamerkan dengan cara dipajang dimeja masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan karena peserta didik cenderung lambat dan membutuhkan waktu lama dalam hal presentasi di depan kelas.

Bentuk pendekatan PPK dalam kegiatan ini adalah kegiatan saling mengomentari proyek antar kelompok. Bentuk komentar berisi tanya jawab, saran dan kritik.

 

Penutup berisi

1.     Menyimpulkan materi menekankan pada pendekatan PPK (Mandiri) dengan tingkatan HOTS C2. Kegiatan akhir penutup adalah peserta didik secara mandiri membuat kesimpulan mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan Bersama pendidik. Baik berisi kesimpulan materi maupun pendapat mengenai model kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Pendidik memberikan kesimpulan akhir agar peserta didik tidak mengalami miskonsepsi.

2.     Refleksi dan umpan balik menekankan pada pendekatan PPK (Nasionalis dan Integritas). Refleksi akhir menggunakan aplikasi Gform sehingga mempermudah pendidik untuk melihat perbedaan presentase sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran.

 

Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini adalah Peserta didik, Guru, Oberserver dan sarana prasarana

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

 

Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran melalui media Gform. Tingkat miskonsepsi Peserta didik mengalami penurunan menjadi hanya 13% yang sebelumnya 85%. Berdasarkan angket peserta didik 100% Kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan tujuan pembelajaran dapat terselesaikan dengan hasil yang memuaskan.

 

Berikut adalah respon terkait strategi yang telah dilakukan:

1.     Peserta didik, “Sangat menyenangkan , lebih suka pembelajaran dengan type membuat peta konsep karena lebih mudah dipahami”. “Untuk menambah pengalaman”

2.     Observer, “kegiatan pembelajaran lebih menarik, kreatif, semangat, aktif, lebih hidup. Inovasi pembelajaran yang menarik,  peserta didik lebih fokus dalam materi dan mampu berpikir HOTS, serius tapi santai, kerjasama, kompak. Ketepatan waktu yang pas, guru semangat siswa antusias, good job.”

 

Praktik yang telah dilakukan sukses dilaksanakan karena beberapa faktor diantaranya :

1.     Pendidik menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik yaitu model project based learning. Peserta didik aktif melaksanakan kegiatan di dalam kelas untuk menyelesaikan proyek

2.     Metode pembelajaran concept maping cocok digunakan untuk mengatasi miskonsepsi karena peserta didik diminta untuk menganalisa alur peristiwa dan terjadi proses berpikir HOTS

3.     Media pembelajaran Media interaktif 3Ddisukai peserta didik karena menarik dan mengasah kreativitas.

 

Pembelajaran dari keseluruhan proses kegiatan ini adalah diperlukan adanya inovasi-inovasi dari pendidik untuk merancang kegiatan pembelajaran yang menarik sehingga peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran baik afektif, kognitif, psikomotor dan menikmati kegiatan belajar.

 

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Andini Saraswati

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0