Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Media ViKi (Video Kinemaster) dan Metode Master History
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Media ViKi (Video Kinemaster) dan Metode Master History
0 Komentar | Dibaca 52 kali

Lokasi : MAN Kota Magelang

Lingkup Pendidikan : Madrasah Aliyah

Tujuan yang ingin dicapai :Meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi respon internasional
terhadap kemerdekaan Indonesia

Penulis : Sri Arum Hartalaningtyas

Tanggal : 02 Desember 2022

Situasi:
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah:
Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah:
1.Rata-rata hasil belajar peserta didik pada materi respon internasional terhadap kemerdekaan Indonesia
masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
2.Kurangnya minat peserta didik dalam belajar. Hal tersebut terlihat saat kegiatan pembelajaran peserta
didik pasif dan hanya terpaku pada gadget.
3.Penyampaian materi kurang menarik. Guru hanya menggunakan metode ceramah. Selain itu, media
pembelajaran yang digunakan guru selama ini kurang mendukung perkembangan hasil belajar peserta
didik.

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan:
Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk dibagikan karena saya kira banyak guru yang mengalami permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya alami, sehingga praktik ini diharapkan selain bisa memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru yang lain.

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini:
Peran dan tanggung jawab sebagai guru guna meningkatkan minat belajar dan penyampaikan materi yang menarik sehingga dapat meningkatkan hasi belajar peserta didik adalah dengan mendesain pembelajaran yang kreatif, inovatif, menantang, dan menyenangkan menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik..

Tantangan :
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut?
berdasarkan hasil kajian literatur dan kajian wawancara, penyebab dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik antara lain:
1.Pembelajaran yang masih berpusat pada guru/ teacher centered dengan menggunakan metode konvensional
yaitu ceramah. Hal tersebut menyebabkan peserta didik kurang aktif dan berpartisipasi dalam
pembelajaran.
2.Guru masih kesulitan dalam menentukan model, metode, dan media yang tepat sesuai dengan karakteristik
peserta didik dan materi yang akan diajarkan
Berdasarkan penyebab permasalahan di atas, tantangan yang dihadapi guru yaitu:
1.Penggunaan metode pembelajaran yang lebih bervariatif
2.Penggunaan media pembelajaran yang dibutuhkan dalam pembelajaran abad 21
3.Guru diharuskan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan pemilihan model
pembelajaran yang sesuai
4.Guru harus mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan proses pembelajaran yang
menyenangkan dan menumbuhkan keaktifan bagi peserta didik

Siapa saja yang terlibat:
Dilihat dari keempat tantangan diatas dapat disimpulkan bahwa tanntangan yang dihadapi melibatkan guru dari segi kompetensi pedagogik dan profesional sedangkan dari pihak siswa melibatkan tentang keaktifan dan minat peserta didik dalam belajar guna meningkatkan hasil belajar.

Aksi :
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini
Berdasarkan tantangan yang dihadapi guru, langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu:
1.Penggunaan metode pembelajaran yang bervariatif
a.Strategi yang digunakan yaitu dengan menerapkan metode Master History
b.Proses yang dilakukan yaitu guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dan setiap
kelompok mendapatkan soal yang sama dengan tema yang berbeda. Guru sebagai fasilitator menyiapkan
bahan pembelajaran baik alat maupun jawaban yang disediakan dalam wadah masing-masing. Jawaban
yang disediakan guru ditempatkan di masing-masing wadah dan dikelompokkan menurut kesamaan soal.
Selain jawaban yang benar diberikan pula jawaban pengecoh. Masing-masing wadah diberikan
keterangan. Peserta didik layaknya seperti masterchef disediakan wadah untuk mengambil alat yang
dibutuhkan dan jawaban menurut peserta didik sesuai dengan soal yang dimiliki.
c.Sumber daya yang diperlukan yaitu kertas asturo, laptop, jaringan internet, aplikasi ms. Word,
kotak plastik, stick ice cream, kertas HVS, gunting, lem, spidol, pen warna, dan penggaris

2.Penggunaan media pembelajaran yang dibutuhkan dalam pembelajaran abad 21
a.Strategi yang digunakan yaitu dengan membuat video pembelajaran melalui aplikasi kinemaster.
b.Proses yang dilakukan yaitu guru membuat video pembelajaran dengan kinemaster. Pembuatan video
pembelajaran diawali dengan menyusun draft skenario, pengambilan video, dan proses editing video
dengan aplikasi kinemaster. Penggunaan video tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu untuk
memantik peserta didik agar berpikir kritis atau HOTS.
c.Sumber daya yang diperlukan untuk membuat video pembelajaran yaitu laptop, aplikasi ms. Word,
smartphone, dan aplikasi kinemaster
3.Guru diharuskan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan pemilihan model
pembelajaran yang sesuai

a.Strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut yaitu guna menciptakan suasana belajar
yang menyenangkan guru diharapkan memiliki pengetahuan terkait model pembelajaran. Pemilihan model
pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan karakteristik materi
pembelajaran. Adapun model pembelajaran inovatif yang dipilih yaitu dengan menggunakan model
pembelajaran project based learning (PjBL).
b.Proses yang dilakukan dalam pemilihan model yaitu dengan mempelajari model-model pembelajaran yang
inovatif melalui kajian literatur dan sharing dengan rekan guru. Sedangkan dalam proses pembelajaran
yaitu dengan menerapkan sintak-sintak model pembelajaran project based learning. Sintak model
project based learning terdiri dari 6 tahap yaitu penentuan proyek, perencanaan proyek, menyusun
jadwal, monitoring proyek, penyelesaian proyek dan publikasi proyek. Tagihan dalam pembelajaran
yaitu membuat mindmapping.
c.Sumber daya yang diperlukan yaitu perangkat pembelajaran inovatif.
4.Meningkatkan keaktifan peserta didik
a.Strategi yang dilakukan guru untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran
yaitu merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan mengembangkan RPP dan LKPD
yang berpusat pada peserta didik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai
b.Proses pengembangan RPP yang berpusat pada peserta didik dengan menentukan kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang bisa mengaktifkan peserta didik dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian
proses pembelajaran.
c.Sumber daya yang diperlukan adalah komponen dan kreatifitas guru dalam mengembangkan RPP dan LKPD
yang berpusat pada aktivitas peserta didik.

Siapa saja yang terlibat?
1.Guru
Guru berperan untuk mempersiapkan semua perangkat pembelajaran
2.Rekan kerja
Rekan kerja berperan membantu untuk mendokumentasi kegiatan pembelajaran dan mengatur ruangan serta
mendukung kelancaran proses pembelajaran
3.Kepala sekolah
Berperan untuk memberi ijin dan dukungan demi kelancaran proses pembelajaran.
4.Peserta didik
Peserta didik sebagai subjek pembelajaran

Refleksi Hasil dan dampak
Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut
Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang telah dilakukan yaitu hasil yang dirasakan sangat positif. Hal ini dapat dilihat dari:
1.Penggunaan metode Master History dan media video pembelajaran sangat membantu dalam meningkatkan
minat yang dibuktikan dengan hasil evaluasi baik kognitif, sikap, dan proyek peserta didik
2.Pemilihan model pembelajaran inovatif yaitu Project Based learning dan aktivitas pembelajaran peserta
didik sangat membantu dalam meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran.

Berdasarkan hasil rencana evaluasi yang terdiri dari lembar observasi guru, lembar kerja peserta didik, dan proyek yang dihasilkan peserta didik dapat disimpulkan bahwa hasil dari aksi pembelajaran sangat efektif.
1.Berdasarkan lembar penilaian sikap peserta didik, didapatkan peserta didik aktif dalam pembelajaran
dengan tanggung jawab dalam tugas yang dibebankan dengan 92 % sangat baik dan 8% baik. Sedangkan
kerjasama dalam kelompok 83% dengan penilaian sangat baik dan 17% baik.
2.Berdasarkan hasil evaluasi melalui aplikasi quiziz didapatkan hasil rata-rata diatas KKM yaitu dengan
nilai 84
3.Berdasarkan hasil observasi guru terhadap pembelajaran didapatkan dalam pertemuan pertama mendapatkan
nilai 90 dan pertemuan kedua mendapatkan nilai 92,5

Respon peserta didik terhadap pembelajaran yang dilakukan yaitu senang dan menginginkan dilakukan pembelajaran yang serupa untuk pembelajaran lainnya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil refleksi. Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran peserta didik, didapatkan dalam pertemuan pertama dan kedua peserta didik merasa senang dengan pembelajaran. Hal tersebut sesuai dengan hasil angket pertemuan pertama dengan presentasi anak senang yaitu 82, 6 %, dan dipertemuan kedua yaitu 83,3 %. Selain itu peserta didik juga berkeinginan agar menerapkan pembelajaran yang sama dengan pembelajaran aksi dengan presentasi sangat setuju 37,9 % dan sisanya setuju. Sedangkan dipertemuan kedua sangat setuju meningkat menjadi 56, 7 % dan sisanya setuju.

Faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran terutama dalam hal pemilihan model, metode, dan media pembelajaran yang inovatif yang dikembankan dalam RPP yang telah dibuat. Selain itu peran dari peserta didik juga menentukan dalam keberhasilan dari strategi. Hal tersebut dikarenakan keberhasilan dari strategi pembelajaran tidak dapat terlepas dari keaktifan dan minat peserta didik serta hasil belajar peserta didik.

Berdasarkan proses dan aktifitas pembelajaran telah dilaksanakan guru, pembelajaran yang bisa diambil adalah guru harus lebih kreatif dan dan inovatif dalam memilih metode, model, dan media pembelajaran, agar pembelajaran menjadi menarik, menantang, dan menyenangkan sehingga dapat mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran yang nantinya berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Hj. ULPAH HASANAH, S.Pd.I

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0